JAKARTA, PB – Tingginya potensi banjir di setiap wilayah Indonesia harus benar-benar diperhatikan secara serius oleh semua kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan antisipasi banjir longsor. Setidaknya hal inilah yang diharapkan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) agar masyarakat bisa terus waspada terhadap cuaca ekstrim yang terjadi sepanjang bulan Desember ini.

“Sejumlah kota-kota besar memiliki potensi banjir di bulan Desember. Saya harap pemerintah pusat sampai daerah memiliki langkah penanganan yang tepat terhadap bencana, khususnya terkait infrastruktur untuk mencegah banjir,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Kemenko PMK, Masmun Yan Mangesa.

Menukil data yang dikutip dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sejak awal tahun hingga 4 Desember 2017 telah terjadi sekitar 2.000 kejadian bencana di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari beberapa hal, yakni banjir, puting beliung, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, banjir dan tanah longsor, kekeringan, gempa bumi, gelombang pasang/abrasi, serta letusan gunung api.

“BMKG saat ini juga telah memprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas lebat yang berpotensi menimbulkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor,”
Yan mempercayai, cuaca ekstrim yang terjadi pada bulan ini memberikan dampak pada hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang akibat tumbuhnya siklon tropis di Laut Selatan. Hal inilah yang telah kita rasakan pada hujan ekstrim yang telah mengguyur beberapa kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Sumatera dan sejumlah daerah lainnya.

“Cuaca ekstrim ini akan menimbulkan hujan deras, angin kencang dan ombak di sebagian Sumatera dan Jawa,” tutur Yan.

Lebih lanjut, pengawal isu kebencanaan di Kemenko PMK itu juga mengharapkan masyarakat harus lebih waspada dan selalu siap siaga sehingga mudah-mudahan Desember yang katanya puncak ekstrim itu bisa dilewati dalam keadaan baik. “Untuk saat ini, seluruh jajaran pemerintahan telah disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan,” jelasnya.

Terakhir, purnawirawan jenderal bintang dua TNI AU itu juga menyampaikan bahwa sosialisasi terhadap peningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan banjir harus terus dilakukan melalui koordinasi antara berbagai pihak baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kita semua berharap masyarakat dan aparat desa bisa memiliki kesiapan yang lebih terhadap segala macam potensi bencana,” kata Yan. [AM/Bis]