BANDUNG, PB – Proses implementasi Cetak Biru Pilar Sosial Budaya ASEAN 2025 sangat penting dipantau agar dapat terlaksana secara maksimal dan memberikan manfaat pada masyarakat Indonesia dan ASEAN secara luas.

Hal ini ditekankan Seskemenko PMK, Y.B. Satya Sananugraha, saat memberikan sambutan pembukaan dan arahan kepada peserta Workshop Kebijakan Monitoring and Evaluation Framework di Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Kamis (14/12/2017).

Salah satu caranya, menurut Sesmenko PMK yang juga selaku SOCA Leader Indonesia, yakni dengan berpartisipasi aktif dalam proses penyusunan framework monitoring dan evaluasi yang sedang dikembangkan oleh Sekretariat ASEAN.

“Kita perlu memanfaatkan momentum ini untuk menyusun indikator-indikator kunci yang dapat mendukung prioritas nasional Indonesia serta implementasi Cetak Biru Pilar Sosial Budaya ASEAN 2025 sehingga pada akhirnya mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada di Indonesia dalam rangka pencapaian sasaran-sasaran pembangunan nasional, khususnya di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan,” ujarnya.

Workshop ini dilaksanakan dalam rangka persiapan pengembangan ASCC Monitoring and Evaluation Framework di Indonesia. Acara workshop diisi oleh Dirjen Kerjasama ASEAN Kemenlu, Jose Morato Tavares, dilanjutkan dengan pemaparan dari Ngoc Son Nguyen, Head of ASCC Analysis and Monitoring Division dari Sekretariat ASEAN, serta Dr. Ahmad Zafarullah, Head of AEC Monitoring and Evaluation Division. Peserta workshop adalah para perwakilan Kementerian/Lembaga focal points badan sektoral ASEAN serta perwakilan akademisi.

Workshop ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dan kedua dipandu oleh Direktur ASEAN Studies Center UGM sementara sesi ketiga dipandu oleh Staf Ahli Menteri bidang SDGs Kemenko PMK. Antusiasme peserta dalam mengikuti acara ini sangat tinggi terutama tercermin dari ramainya sesi tanya jawab interaktif setelah pemaparan dari masing-masing narasumber.

Dokumen keluaran dari workshop ini merupakan Policy Paper terkait Kebijakan ASCC Monitoring and Evaluation Framework yang akan disirkulasikan kepada Kementerian/Lembaga focal points badan sektoral pilar sosial budaya ASEAN di Indonesia. Sesi perumusan Policy Paperdi penghujung workshop dipimpin oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Kemenko PMK. [anr/ram]