Wakil ketua II DPRD Seluma Okti Fitriani

SELUMA, PB – Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin meminta agar eksekutif melakukan evaluasi kinerja di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).  Mengingat, hingga saat ini, masih ada beberapa desa tertinggal di Kabupaten Seluma belum tersentuh anggaran. Mulai dari infrastruktur menuju desa hingga pada fasilitas umum.

“Harus dievaluasi total, termasuk Bupatinya. Karena ada 14 Desa yang masih tertinggal. Di APBD 2018 ini, tidak ada satupun anggaran yang menyentuh kesana,” kata Husni kepada Pedoman Bengkulu, Selasa (02/01/2018).

Beberapa Desa tertinggal diantaranya, Desa Skalak dan Lubuk Resam Kecamatan Seluma Utara. DPRD menilai, belum ada keseriusan pemerintah daerah membuka akses desa tertinggal. Sebab, setiap tahun anggaran, nyaris tidak ada yang mengarah pada pembangunan di daerah tertinggal.

“Kita tidak tahu fokusnya kemana, yang jelas kenyataannya seperti itu,” tegas Husni.

Wakil ketua II DPRD Seluma Okti Fitriani berharap agar, pihak eksekutif mengutamakan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Seperti di Kecamatan Seluma Utara, Ulu Talo, Lubuk Sandi, Sukaraja dan Semidang Alas.

“Misalnya jalan ke Dusun Batu Ampar Desa Talang Beringin yang rusak berat itu sekitar 2,5 KM. Itu harus diperbaiki. Kalau terkendala anggaran, harusnya ada upaya lain, dilakukan pengerasan atau dibangunkan drainase,” tambah Okti.

Okti juga menyoroti tidak adanya fasilitas umum di sejumlah desa terpencil di kabupaten ini. Seperti tidak adanya pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK), sumur bor, Ipal dan program bedah rumah.

“Di Desa Talang Beringin, Lubuk Resam, itu tidak ada WC, masyarakat buang air besar ke sungai. Mirisnya, sebagian desa lainnya di Kabupeten Seluma ini tempat mandinya di sungai. Ada satu desa yang hanya ada satu sumur. Kami minta OPD terkait fokus ke hal semacam ini,” beber Okti. [Sepriandi]