Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni

BENGKULU, PB – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengingatkan kepada seluruh warga Provinsi Bengkulu untuk waspada terhadap tujuh penyakit yang kerap terjadi saat pancaroba atau pergantian siklus cuaca, khususnya penyakit yang berasal dari faktor lingkungan dan faktor hewan.

“Belum ada peningkatan jumlah warga yang terjangkit tujuh penyakit ini. Tetapi saya minta dengan betul kepada warga agar waspada. Sebab, penyakit ini mewabah secara musiman. Khususnya pada pergantian siklus cuaca seperti saat ini,” ujar Herwan Antoni di ruang kerjanya, Kamis (4/1).

Dijelaskannya, ketujuh penyakit pancaroba itu diantaranya demam berdarah dangue (DBD), malaria dan cikungunya, ISPA, TBC, muntaber dan diare.

“Untuk DBD, malaria dan cikungunya adalah penyakit yang berasal dari hewan nyamuk. Sedangkan untuk ISPA, TBC, muntaber dan diare adalah penyakit akibat faktor lingkungan. Sebagian besar penyebarannya akibat debu,” ujar Herwan Antoni.

Baca juga : Dinkes Provinsi Terapkan Layanan Kesehatan “Door to Door”

Sebagai solusi, sambung Herwan Antoni, warga dihimbau untuk mengkonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, sempatkan untuk berolahraga, kelola tingkat stress dengan baik, konsumsi suplemen yang tepat dan kurangi minum-minuman dingin serta perbanyak minum air putih (suhu normal) minimal 8 gelas sehari.

“Khusus untuk penyakit Pancaroba akibat hewan sebagian besar dibawa oleh nyamuk. Solusi pencegahannya yaitu mensterilkan ruangan rumah dengan pembasmi serangga yang bisa dibeli bebas di pasar atau apotek, rajin melakukan fogging guna membasmi sarang nyamuk, bergotong royong bersama para tetangga untuk membersihkan selokan-selokan serta membuang sampah-sampah yang bisa menampung air sebagai media bertelur oleh nyamuk, membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati,” ujar Herwan.

“Lalu menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda. Memasang kawat antinyamuk di seluruh ventilasi rumah. Memasang kelambu di ranjang tidur. Memakai losion antinyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif,” tutup Herwan Antoni. [Ifan Salianto]