Senator Riri Damayanti John Latief saat memaparkan persetujuannya atas pembuatan Patung Fatmawati di Bengkulu dalam rapat koordinasi di ruang rapat lantai 3 Kemenko PMK, Jumat (2/9/2018).

JAKARTA, PB – Dalam rangka pembuatan patung Fatmawati Sukarno di Bengkulu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi di ruang rapat lantai 3 Kemenko PMK, Jumat (9/2/2018).

“Upaya untuk mengembalikan ingatan publik akan pahlawan-pahlawannya adalah salah satu pekerjaan penting bagi kita sebagai sebuah bangsa. Karena hanya bangsa yang menghargai pahlawan-pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar,” kata Senator termuda Indonesia, Riri Damayanti John Latief, usai rapat koordinasi tersebut.

Riri menjelaskan, sebagai putri kelahiran Bengkulu, Fatmawati memiliki jasa besar dalam membantu Presiden RI pertama Ir Sukarno untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari Kolonial Belanda dan Jepang serta membantu Bapak Proklamator tersebut dalam menjalankan urusan-urusan Pemerintahan.

“Banyaknya situs peninggalan kolonial Inggris di Bengkulu seperti Tugu Thomas Parr, Benteng Marlborough dan lainnya melambangkan betapa gagahnya kerajaan Inggris pada masa dahulu di Bumi Rafflesia. Dengan didirikannya Patung Fatmawati, hal ini tentu akan menjadi penyeimbang keangkuhan atas digjayanya simbol-simbol kolonialisme di Bengkulu,” ungkap Riri.

Penghargaan terhadap Fatmawati di Bengkulu, tambah Riri, sebenarnya telah dilakukan dengan cukup baik. Sebab, lanjut Riri, namanya telah melekat sebagai nama Bandar Udara dan nama jalan.

“Fatmawati telah diangkat sebagai drama oleh kelompok seni di Bengkulu dan kisah hidupnya digagas oleh Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah untuk diangkat ke layar lebar atau bioskop. Tapi itu semua itu akan lebih baik bila rasa bangga dan kepercayaan diri masyarakat sebagai sebuah bangsa kembali ditumbuhkan dengan pendirian patung Fatmawati tersebut,” imbuh Riri.

“Patung manusia besar tentu harus dibuat dengan kualitas internasional yang akan menjadi daya pikat tambah bagi Bengkulu sebagai objek destinasi wisata paling menarik di Sumatera,” tutupnya.

Para peserta berfoto bersama usai melaksana rapat.

Untuk diketahui, rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian BUMN, anggota DPR RI Elva Hartati dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Iskandar ZO. [Gayatri Sukarti]