Ilustrasi SPBU

BENGKULU, PB – Sabtu (24/3/2018), PT Pertamina menaikan harga Pertalite sebesar Rp200 per liter. Dengan kenaikan ini, Pertalite saat ini dijual di kisaran Rp 7.800 hingga Rp 8.150 per liter di seluruh Indonesia.

Situs resmi Pertamina, mengungkapkan, harga jual ini sudah termasuk pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. Ini merupakan kenaikan kedua sejak awal tahun ini.

Sejumlah warga masyarakat protes dengan kebijakan ini. Misalnya diungkapkan Khairullah (42) saat diwawancara di Pom Bensin Kelurahan Penurunan, Minggu (25/3/2018).

Menurutnya, kenaikan tiba-tiba membuatnya heran kenapa ketika ia mengeluarkan uang yang sama, jumlah tangki motor yang diisinya menjadi lebih sedikit.

“Heran aja ini pemerintah pas turunkan harga BBM ditayangkan di media berkali-kali tapi pas harganya naik diam-diam. Saya kaget aja tadi biasanya ngisi Rp70 ribu tangki motor sudah penuh tapi ini berkurang. Harusnya masyarakat dikasih tahu dulu secara meluas biar masyarakat nggak kaget,” ungkap pemilik warung klontongan di Jalan Ratu Agung Kelurahan Penurunan ini.

Salah satu meme yang viral di media sosial

Di media sosial, kenaikan harga Pertalite ini juga memunculkan protes dengan viralnya meme terutama di Whatsapp group.

Ketua Barisan Muda (BM) Partai Amanat Nasional (PAN) Bengkulu, Dempo Xler, bahkan menilai kenaikan ini adalah salah satu cara Pemerintah memiskinkan rakyat secara sistematis dan terstruktur. [Gayatri Sukarti]