Kajari Bengkulu I Made Sudarmawan

BENGKULU, PB – Himbauan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun honorer di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu mengembalikan kelebihan dana Beban Kerja (BK) tahun anggaran 2015 membuahkan hasil.

Kepala Kejari (Kajari) Bengkulu, I Made Sudarmawan, mengatakan, uang tunjangan dana BK yang diterima ASN dan honorer tersebut masuk dalam kategori kerugian negara berdasarkan ekspos Kejari dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bengkulu.

“Sudah ada 50 orang yang mengembalikan dananya, baik dari ASN maupun honorer. Jumlahnya sebesar Rp160.950.000 juta,” kata Kajari Bengkulu saat di jumpai di ruanganya, Senin (23/4).

Ia kembali menghimbau kepada yang belum mengembalikan dana tersebut agar dapat segera mengembalikan dengan waktu yang sudah ditetapkan Kejari hingga akhir April 2018 ini.

Berdasarkan penyidikan yang sudah dilakukan penyidik Kejari Bengkulu diketahui total honor yang dibayarkan kepada ratusan honorer dan ASN Kota Rp200 juta dari anggaran beban kerja di BPKAD Kota Bengkulu sebesar Rp1,8 miliar.

ASN dan honorer yang menerima anggaran ini bervariasi sesuai dengan pangkat dan golongan. Anggaran yang dibayarkan hanya satu bulan, namun dalam bukti penerimaan, ASN dan honorer melakukan tandatangan selama 7 bulan.

“Kami tetap menghimbau dari tenggang waktu kita berikan agar mengembalikan kelebihan dana BK tersebut bagi yang menerima dana tersebut. Karena uang itu tidak sah dan masuk ranah pidana,” tutup I Made. [Ardiyanto]