Kunjungan PPK Provinsi Bengkulu ke komunitas penangkaran penyu Bengkulu Sea Turtle Conservation (BSTC) di Tapak Paderi, Jumat (20/4/2018).

BENGKULU, PB – Putera Puteri Kampus (PPK) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan ke komunitas penangkaran penyu Bengkulu Sea Turtle Conservation (BSTC) di Tapak Paderi, Jumat (20/4/2018).

Sebanyak 20 orang anggota Putera Puteri Kampus Provinsi Bengkulu pukul 08.00 WIB sudah mulai berdatangan di lokasi penangkaran penyu BSTC. Kedatangan mereka langsung disambut oleh ketua dengan anggota BSTC di markas penangkaran yang terletak di area objek wisata Tapak Paderi.

Kunjungan rombongan PPK ini adalah wujud kepedulian mereka terhadap keberadaan salah satu lokasi pelestarian penyu di Provinsi Bengkulu.

Median Syahputra, Ketua PPK Provinsi Bengkulu mengungkapkan bahwa kedatangannya beserta rombongan adalah untuk melihat bagaimana kondisi pelestarian penyu di Tapak Paderi.

“Kami ingin melihat bagaimana keadaan pelestarian penyu di sini. Pelestarian penyu ini perlu kita kembangkan sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu objek wisata,” Kata Median.

PPK melihat bagaimana kondisi pelestarian penyu di Tapak Paderi.

Dikatakan Median bahwa kunjungan ini tidak semata-mata hanya ingin melihat penangkaran penyu, namun ini juga merupakan salah satu program kerja PPK Provinsi Bengkulu.

“Ini merupakan salah satu program kerja kami, program peduli terhadap alam. Melihat habitat penyu yang semakin berkurang menurut kami kita perlu sama-sama mendukung pelestarian penyu ini. Selanjutnya kami akan membuat sebuah video yang berisi tentang manfaat dari pelestarian penyu,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bastian Novranjaya (22), Ketua komunitas BSTC saat ditemui Pedoman Bengkulu mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih atas kunjungan dari PPK Provinsi Bengkulu.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan Putera Puteri Kampus Bengkulu melalui program Putera Puteri Kampus peduli alam. Mereka banyak memberi masukan untuk kami demi kemajuan pelestarian penyu di Bengkulu,” ucap Bastian.

Dilanjutkan Bastian, dengan kunjungan PPK ke penangkaran penyu BSTC ini diharapkan dapat berlanjut dan mengundang pihak-pihak lain untuk turut berpartisipasi dalam pelestarian penyu yang sudah langka dan sangat dilindungi.

“Di Hari Bumi nanti yang jatuh pada tanggal 22 April kami akan melepaskan 500 ekor tukik di Pantai Tapak Paderi,” imbuh Bastian.

Kunjungan PPK ke penangkaran penyu BSTC ini diharapkan dapat berlanjut dan mengundang pihak-pihak lain untuk turut berpartisipasi dalam pelestarian penyu yang sudah langka.

Untuk diketahui, di penangkaran BSTC terdapat tiga jenis penyu yang ditangkarkan, antara lain Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). [Deni Dwi Cahya]