Sejumlah warga Teluk Sepang menggelar aksi demontrasi yang dilaksanakan di Simpang Lima Ratu Samban, Senin (23/4).

BENGKULU, PB – Sejumlah warga Teluk Sepang menggelar aksi demontrasi, Senin (23/4). Dalam aksi yang dilaksanakan di Simpang Lima Ratu Samban ini, mereka mengeluhkan terkait kurangnya prioritas yang dapatkan dari pihak pemerintah.

“Kami mengharapkan Walikota dan Wakil Walikota yang terpilih pada pemilihan kepala daerah Juni 2018 dapat memprioritaskan dan mempunyai visi misi untuk memperbaiki kualitas lingkungan, terutama di pesisir ini yang rawan gempa,” ujar Konstan, salah satu warga.

Menurut warga masyarakat Kelurahan Teluk Sepang selama ini hanya diberikan janji-janji politik yang kenyataanya semakin terpinggirkan.

Selain itu masyarakat khawatir terhadap adanya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara di sekitar permukiman yang dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan warga masyarakat sekitar lantaran PLTU batu bara tersebut banyak mengeluarkan asap yang dang dapat mencemari udara yang mereka hirup.

“Kami bukan menentang adanya PLTU namun apabila banyak merugikan masyarakat saya harap pemerintah meninjau ulang atau memindahkan proyek tersebut. Pembangunan PLTU batu bara yang persis di tepi Pantai Teluk Sepang juga mengkhawatirkan karna dapat
mengganggu kawasan hijau yang selama ini membentengi kami dari ancaman tsunami dan apabila pertahanan tersebut dibabat untuk membangun PLTU kami sudah tidak ada benteng pertahanan apabila bencana tsunami datang,” paparnya.

Siapapun yang menjadi walikota pada pemilihan mendatang masyarakat Teluk Sepang berharap dapat memberikan kualitas lingkungan yang nyaman bagi masyarakat kawasan Pulau Baai yang bakal di kelilingi peridustrian. [Ardiyanto]