Anggota Komite III DPD RI Riri Damayanti Jhon K. Latief menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Bengkulu, Kamis (7/6/2018).

BENGKULU, PB – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai filosofi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), anggota Komite III DPD RI Riri Damayanti Jhon K. Latief menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, Kamis (7/6/2018).

“Ketika almarhum bapak Taufik Kiemas merumuskan empat pilar kebangsaan ini, memang ada sedikit kekeliruan menempatkan Pancasila sebagai pilar, padahal Pancasila ini adalah dasar. Sebagai kekeliruan hal ini sudah disadari dan akan dilakukan perbaikan ke depan,” kata Riri ketika mengawali pemaparannya.

Riri menjelaskan, empat pilar kebangsaan ini penting untuk terus disosialisasikan. Sebab, menurut Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini, di Indonesia ada sekitar 300 kelompok etnik atau suku bangsa.

“Kata BPS pada tahun 2016 yang lalu, jumlah suku bangsa ini bahkan mencapai 1.340 dengan 1.211 bahasa dan bahasa turunan. Semua agama besar di dunia ada di Indonesia. Sebuah fakta yang fantastis dan tidak ada duanya di dunia. Ini adalah sebuah kekayaan yang harus kita jaga,” ungkapnya.

Empat pilar, Riri melanjutkan, sangat dibutuhkan untuk mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Dengan empat pilar, kata dia, kita mempersatukan bangsa kita melampaui agama, ras dan suku agar setiap orang di dalamnya mendapatkan perlakuan yang sama.

“Namun mempersatukan ini juga sebenarnya bukan pekerjaan mudah. Sudah banyak pahlawan kita yang gugur demi mendirikan NKRI.┬áDengan empat pilar ini kita mengakui semua suku-suku bangsa yang ada dan memberikan penghormatan kepada mereka. Penghormatan itu kemudian kita bakukan dengan Bhineka Tunggal Ika. Jadi Indonesia merdeka ini adalah sebuah negara untuk semua. Indonesia menjadi rumah bersama. Dahulu penjajah berhasil memecah belah kita. Tapi kemudian pendiri republik kita berhasil mematahkan itu dan mempersatukan kita dari Sabang hingga Mereuke,” urai Riri.

Peraih gelar Anak Suku Adat Tiang Empat dari Masyarakat Adat Kecamatan Pematang Tigo Kabupaten Bengkulu Tengah itu menambahkan, saat ini rasa nasionalisme mengalami kelunturan salah satunya karena pengaruh globalisasi.

“Globalisasi ini ibarat pedang bermata dua. Dia sebenarnya membawa manfaat dengan memudahkan kita untuk mengakses teknologi informasi, memiliki sarana transportasi yang memadai dan lain-lain. Tapi dalam hal lainnya, dia juga mengandung sisi negatif. Khususnya dalam hal kebudayaan. Coba kita tengok sinetron. Itu banyak tayangannya yang tidak mendidik,” demikian Riri.

Acara ini berlangsung dengan lancar dan khidmat. Sosialisasi berjalan dengan dinamis. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan tanya jawab dan menyatakan pendapat terkait materi yang disampaikan oleh narasumber. Acara diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai latarbelakang dan profesi. [Gayatri Sukarti]

Anggota Komite III DPD RI Riri Damayanti saat disambut oleh para panita.
Para peserta menggunakan kesempatan untuk bertanya.
Berfoto bersama.