Sidang vonis pembunuhan almarhumah Tara di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (6/6/2018).

BENGKULU, PB – Sesuai fakta-fakta persidangan dan berdasarkan bukti, DM, pelaku pembunuhan Siswi SMA N 4 Kota Bengkulu Auzia Umi Detra atau akrab disapa Tara, divonis 20 tahun penjara dalam sidang vonis di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (6/6/2018).

Vonis ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya.

Dalam sidang putusan ini Diris sinambela SH bertindak selaku Hakim Ketua serta Boy Syailendra SH dan Maria SH sebagai Hakim Anggota. Dalam sidang ini DM didampingi Pengacaranya Nely Angreini serta nampak hadir juga pihak keluarga korban maupun terdakwa.

Sebelumnya Pengacara DM Nely Angreini telah menyampaikan nota pembelaan pada 30 Mei lalu. Dalam Nota Pembelaan tersebut terurai bahwasannya pihak Kuasa Hukum mengharapkan Hakim meminta keringanan hukuman terhadap terdakwa dengan alasan diantaranya terdakwa belum terlibat hukum, terdakwa telah mengaku menyesal dalam persidangan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut, terdakwa telah meminta maaf kepada keluarga korban, ayah korban telah memaafkan terdakwa dan keluarga korban siap membina terdakwa menjadi insan yang lebih baik lagi, serta terdakwa merupakan pemuda yang berprestasi di bidang bela diri karate dan telah membanggakan Provinsi Bengkulu dikancah nasional.

Dalam persidangan tersebut diungkapkan juga sebelumnya Pengadilan Negeri telah menghadirkan beberapa saksi yang memberikan keterangan yang merujuk bahwasannya DM bersalah.

Berdasarkan temuan dan fakta dalam Persidangan tersebut, terdakwa DM yang sebelumnya dituntut 20 Tahun Kurungan Penjara diputus Majelis Hakim 20 Tahun kurungan penjara karena terbukti bersalah dan melanggar Pasal 339 KUHP lebih subsider 338 lebih lebih subsider 365 Pasal 365 Ayat 1, Pasal 87 ayat C , UU No 35 Tahun 2015.

Dalam putusannya Hakim Ketua menjelaskan Hukuman 20 Tahun Kurungan Penjara yang diputus akan dipangkas dengan masa penahanan pelaku.

“Berdasarkan uraian di atas Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun kurungan penjara, dan dipangkas dengan masa penahanan” tegas Diris. [Ardiyanto]