Daerah Aliran Sungai (DAS) Nasal di Kabupaten Kaur terancam kering akibat penggundulan hutan

KAUR, PB – Daerah Aliran Sungai Nasal (DAS Nasal) terancam kering, akibat pembalakan liar atau penggundulan hutan oleh kosesi perkebunan PT. Citra Mas Bumi Selaras (PT CBS) regional Kaur Selatan, Maje dan Nasal yang luasnya sekira 10 ribu hektar.

Menanggapi persoalan ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPD GMPK) Kabupaten Kaur, Mulfen Suryadi, mengatakan, keringnya DAS Nasal akibat pengundulan hutan. Apalagi, luas perkebunan sawit PT CBS yang telah merambah hulu DAS, sepadan DAS, dan banyaknya sub-DAS yang di timbun saat Land Claring (LC) untuk di jadikan perkebunan sawit.

“DAS Nasal yang menjadi sumber kehidupan masyarakat maje-nasal, saat ini sawah sudah banyak yang kering bukan akibat kemarau akan tetapi oleh penggundulan hutan dan perkebunan sawit PT CBS, masyarakat yang ingin mengkonsumsi air DAS Nasal tidak steril lagi, diduga sudah terkontaminasi zat kimia dari limbah perkebunan sawit PT CBS,” kata Mulfen, Selasa (17/7/2018).

Karena itu, sambung Mulfen, pihaknya akan mengkoordinasikan persoalan tersebut pada pihak terkait. Sebab menurutnya, DAS yang terancam kering tersebut sangat merugikan masyarakat setempat.

“ini tidak bisa di biarkan kami akan koordinasikan dengan pihak terkait termasuk dengan Balai Wilayah Sungai Tujuh (BWS VII) di bengkulu,” pungkasnya. [Fery]