SPBU Simpang Korem mendadak sepi usai kejadian tersebut.

REJANG LEBONG, PB – Sekitar pukul 13.30 WIB, Sabtu (21/7), aktifitas di Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) simpang Korem yang terletak di Kelurahan Air Putih Baru Kecamatan Curup Selatan mendadak terhenti sejenak.

Ada apa?

Usut punya usut, ternyata berhentinya aktifitas petugas SPBU tersebut terhenti lantaran ada peristiwa ‘nyaris bentrok’ antara petugas SPBU setempat dengan salah satu pelanggan yang belakangan diketahui bernama Sunaryo (55) warga Kecamatan Curup.

Infonya, kondisi itu terjadi dipicu oleh adanya aktifitas petugas SPBU yang melayani pembelian BBM menggunakan dirigen.

Diceritakan salah satu saksi mata, Midi (35), warga Kelurahan Tempel Rejo Kecamatan Curup yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi mengatakan, mulanya aktifitas pelayanan di SPBU tersebut berjalan seperti biasa. Sejumlah pengendara mobil maupun motor tampak antri secara tertib untuk mengisi bahan bakar pada kendaraannya.

Tiba-tiba, sambung Midi, salah satu pengendara mobil jenis Rush bewarna biru yang semula mengantri di lokasi keluar dari dalam kendaraannya dan mengahampiri petugas SPBU yang saat itu sedang melakukan pengisian BBM ke dalam Jerigen plastik milik pelanggan lainnya.

Pelanggan yang belakangan diketahui bernama Sunaryo itu marah kepada petugas SPBU lantaran petugas SPBU lebih memprioritaskan memberikan pelayanan kepada pelanggan yang membeli BBM menggunakan jerigen.

“Memang tadi kami antri sudah lama sekali pak. Wajar saja kalau pak Sunaryo tadi marah marah kepada petugas SPBU pak. Sebab mereka lebih memprioritaskan melayani pembeli yang menggunakan jerigen pak ketimbang pengendara yang antri seperti kami ini,” ujar Midi kepada PedomanBengkulu.com sejam setelah peristiwa terjadi.

Sontak saja, sambung Midi, aksi Sunaryo tersebut menyita perhatian semua Warga yang ada di lokasi maupun sekitar lokasi. Tak hanya marah, Sunaryo juga bertanya dan meminta kepada petugas agar menunjukkan surat ijin memberikan pelayanan Jerigen dari instansi terkait.

“Sempat terjadi adu mulut antara petugas dan pelanggan itu hingga nyaris bentrok. Mujurnya pelanggan lain segera melerai. Setelah itu, salah satu petugas SPBU yang perempuan menghampiri pak Sunaryo itu dan menunjukkan selembar surat ijin. Namun, ternyata surat itu bukanlah surat ijin yang dimaksud oleh pelanggan tersebut. Setelah sempat dilerai, pelanggan tersebut akhirnya pergi meninggalkan lokasi SPBU,” ujar Midi.

Sementara itu, Tono (30), salah satu petugas SPBU setempat saat ditemui mengelak adanya peristiwa ‘Nyaris Bentrok’ antara petugas dan pelanggan itu. Melainkan yang terjadi adalah adanya salah satu pelanggan yang bertanya ada atau tidaknya surat rekomendasi Dinas terkait untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan menggunakan jerigen di SPBU tersebut.

“Nggak ada ribut kok pak. Cuma tadi ada konsumen yang antri nanya surat ijin saja kok pak,” kilah Tono sembari pergi.

Dikonfirmasi, pemilik SPBU Simpang Korem, Evi justru mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut.

“Saya sedang berada di Jogja. Tidak ada kejadian ribut ribut tuh. Kalau surat rekomendasi dan ijin melayani pembelian jerigen kami ada,” cetus Evi melalui telepon genggam. [Ifan Salianto]