Menjelang peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 tanggal 17 Agustus 2018, pedagang kaki lima (PKL) bendera merah putih mulai menjajakan dagangannya disejumlah lokasi strategis Kota Bengkulu.

Meski kemeriahan dilaksanakan masih menghitung hari, umbul-umbul serta motif sebagai tanda kemeriahan hari kemerdekaan itu sudah tampak mengisi beberapa lokasi.

Yanto (32), salah seorang pedagang bendera di jalan Pagar Dewa, mengaku selalu memanfaatkan momen hari kemerdekaan itu tiap tahunnya untuk mengais rezeki.

“Momen 17 Agustus menguntungkan bagi kami, khususnya para penjual bendera dan pernak-pernik,” ujar Yanto saat dijumpai, Rabu (8/8/2018)

Untuk harga bendera yang dijual, lanjut Yanto, harganya bervariasi sesuai dengan ukuran serta bentuk yang disediakan dan masih terjangkau oleh pembeli yakni dari harga Rp5 ribu hingga Rp150 ribu sesuai dengan ukuran.

“Bendera dan umbul-umbul ini kita bawa dari Jawa Barat tepatnya di Cimahi. Kalau sekarang sih masih sepi,” katanya.

Sementara itu Minah (40), salah seorang pedagang atribut kemerdekaan di Lingkar Barat juga mengaku selalu memanfaatkan momen kemerdekaan untuk meraup keuntungan.

“Kembang api bisa dikatakan tidak laku lagi dijual setelah lebaran ini, ya beralih ke jual atribut. Kan lumayan. Apa yang orang perlukan itu yang dijual,” ungkapnya.

Mempercantik Lingkungan

Salah satu tradisi yang tak lekang dalam memperingati momen kemerdekaan adalah menghias lingkungan dan gapura gang dengan berbagai pernak pernik bernuansa merah putih.

Tradisi itu menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan warga, setiap memasuki bulan Agustus. Tak hanya memasang bendera di setiap rumah, lingkungan sekitar pun tak luput dihias menggunakan umbul-umbul yang dipasang di pinggir jalan.

Salah seorang warga Desa Air Putih, Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara, Agus Reston (45) mengatakan, kegiatan memeriahkan hari kemerdekaan sudah menjadi kegiatan rutin tahunan. Kata dia, warga tak segan dalam gotong-royong menyokong kegiatan itu.

“Tanggal 17 Agustus selalu menjadi momen yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Anugerah yang paling besar ini patut untuk selalu dikenang dan disyukuri setiap tahunnya,” ungkapnya.

Saat ditemui salah seorang Kepala Desa Air Putih Kecamatan Putri Hijau, Idrus Salam mengungkapkan, kegiatan menyambut hari kemerdekaan dengan menghias lingkungan dan perlombaan salah satu cara mengingat dan menanamkan rasa kebangsaan kepada generasi penerus bangsa.

“Dahulu dalam merebut kemerdekaan, para pahlawan mempertaruhkan nyawa. Namun, saat ini, generasi muda harus bisa mengisi kemerdekaan yang telah berhasil direbut. Selain itu, generasi muda diharapkan tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan,” ungkap Idrus.

Mey Borjun, Kontributor Pedoman Bengkulu