PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Setelah dinyatakan lengkap, TR (21) Warga Desa Babakan Baru Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) yang merupakan Tersangka (tsk) penganiayaan terhadap Ratih (10), bocah kelas 2 SD Warga Bermani Ulu Raya akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Curup, Kamis (2/8), untuk segera menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Curup. Bersama tsk, penyidik polsek Bermani Ulu juga melimpahkan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, senjata tajam jenis gunting, tali selendang dan karung.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Ordiva melalui Pjs Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Suandi didampingi Kanit Reskrim Polsek Bermani Ulu, Aiptu Gaftar mengatakan, atas ulahnya, pelaku dijerat dengan Undang undang perlindungan anak No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002.

“Pihak keluarga, saat pertama kali sempat melaporkan jika korban diculik. Namun, setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata korban tidak diculik, namun sengaja dianiaya oleh pelaku,” ujar Gaftar.

Sekadar mengingatkan, Warga Desa Babakan Baru Kecamatan Bermani Ulu Raya, Rejang Lebong mendadak geger, Rabu (18/4/2018) lalu lantaran beredarnya informasi jika seorang bocah SD bernama Ratih (10) yang duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR).

Setelah dilakukan pencarian oleh pihak keluarga dibantu warga Desa Babakan Baru dan petugas Polsek Bermani Ulu, Ratih akhirnya ditemukan disalah satu rumah warga bernama Mak Har (58) dalam kondisi mulut terdapat luka lebam dan tertutup lakban, wajah berlumuran lem glukol, memar dipelipis kanan dan luka robek diperut sepanjang 10 cm.

Pihak keluarga yang cemas dengan kondisi korban, langsung melarikan korban menuju RSUD Curup untuk diberikan pertolongan medis.

“Sampai jam 12 kok belum pulang sekolah, saya panik dan mencari anak saya di sekeliling desa. Ratih akhirnya ketemu dalam kondisi sudah seperti itu, dan langsung kami bawa ke rumah sakit agar bisa diberikan pengobatan,” tutur Ibu kandung korban Lastriana, Rabu (18/04/2018) lalu. [Ifan Salianto]