PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terkait polemik yang terjadi antara Angkot dan Grab di Bengkulu hingga menyebabkan ratusan sopir angkot menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur, Ketua Aliansi Angkot, Yupiter, mengatakan pihaknya menuntut terkait keabsahan Grab yang ada di Bengkulu baik anggota maupun secara administrasi.

“Tim khusus dari Pemprov sudah turun ke lapangan untuk mengecek keabsahan anggota Grab dari administrasi serta persyaratannya dan akan menunggu kepulangan tim khusus dari Pemprov dari tempat Kantor Grab,” jelasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bengkulu, Hendri Porwantrisno mengungkapkan, kesepakatan yang didapat dari mediasi tersebut untuk sementara Grab yang ada di bengkulu harus offline hingga perizinan resmi di Bengkulu selesai.

“Kita minta kesepakatan ini dipahami oleh pihak Grab. Selama perizinan belum resmi grab offline dulu hingga perizinannya tuntas,” jelas Hendri Porwantrisno. [Ardiyanto]