Banjir menggenangi perkampungan warga Kaur, Selasa (28/8/2018).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Intensitas curah hujan yang tinggi di 3 hari terakhir ini membuat masyarakat Bengkulu hingga ke Kaur was-was.

Sebagaimana yang terjadi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda wilayah Kaur sore ini, Selasa (28/8/2018).

Di wilayah Kecamatan Padang Guci Hulu, tepatnya di Desa Bungin Tambun III terjadi banjir. Air sungai di belakang rumah warga meluap dan telah menggenangi rumah warga.

Eka Purwanti menyampaikan (25) ada 5 rumah warga yang terkena dampak banjir yaitu rumah Karsin, Risdianto, Buman, Yuhar dan Julis seluruhnya warga Desa Bungin Tambun III.

Air mengalir deras.

Pantauan jurnalis, saat ini banyak rumah warga yang sudah tergenang air di Desa Muara Tetap dan Desa Kasuk Baru Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur.

Jalan Raya Lintas Barat Sumatera ada beberapa titik ketinggian air sudah mencapai 50 cm di antaranya di Desa Tetap dan Kasuk Baru.

Banyak yang terjebak banjir di Tebing Mentiring sesudah Pantai Hili. Infonya sudah ada mobil yang hanyut terbawa arus.

Masyarakat arah Kecamatan Muara Sahung dan Luas belum bisa pulang akibat banjir yang menggenangi jalan raya.

Sama halnya di Kota Bengkulu. Air terpantau menggenangi rumah-rumah warga di Kelurahan Tanah Patah, Pagar Dewa, Betungan dan sekitarnya.

Pantauan lainnya di Kota Bengkulu, pagar tembok kampus PGSF UNIB dan SMPN 4 Kota Bengkulu di Jalan Cimanuk Kelurahan Jalan Gedang tiba-tiba saja roboh.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu Selupati, langsung turun mengecek ke lapangan. Ia mengatakan relawan-relawan sudah disebar di beberapa titik untuk terus memantau kejadian.

David Suardi, salah satu tokoh Minang di Kota Bengkulu sampai terpaksa memutar haluan saat hendak menjemput anaknya pulang sekolah.

“Karena saat saya lewat ingin ke Jalan arah Pdang Harapan tidak bisa dilewati karena genangan air yang tinggi. Akhirnya saya lewat jalan di sebelah masjid yang tembus ke Koramil Nusa Indah,” ujar David. [Feri]

Berikut dokumentasi genangan air dan tembok runtuh di Kota Bengkulu: