Warga Desa Tanjung Agung saat melakukan pemblokiran jalan, Selasa (28/8/2018).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Warga Desa Tanjung Agung Palik Kecamatan Tanjung Agung memblokir jalan lintas provinsi, Selasa (28/8/2018).

Hal itu dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah dan perusahaan pengangkut material karena kondisi jalan yang sudah rusak parah tersebut tak kunjung diperbaiki.

“Jalan ini merupakan objek vital bagi masyarakat baik yang hendak ke Kota Bengkulu maupun Kota Arga Makmur. Setiap harinya truk pembawa material dengan muatan berat selalu melewati sehingga menyebabkan kerusakan yang parah dan semakin parah. Bahkan, sepanjang 6 kilometer jalan itu penuh lubang, sehingga sering terjadi kecelakaan,” ujar Pew, tokoh muda Desa Tanjung Agung yang ikut dalam aksi.

Data terhimpun, sebenarnya hari ini sudah ada kesepakatan dengan beberapa perusahaan untuk diskusi di Kantor Kecamatan. Namun setelah ditunggu-tunggu mereka tidak kunjung hadir.

Hal ini memicu kemarahan warga yang akhirnya memblokir jalan dengan membakar ban dan menutup jalan dengan kayu-kayu. Akibat penutupan tersebut sempat terjadi kemacetan sekitar 500 meter.

Untung pihak kepolisian dan camat setempat langsung menenangkan warga hingga diambil kesekepakatan jalan di buka. Namun pihak perusahaan harus memperbaiki jalan sepanjang 6 kilometer tersebut.

“Hasil pertemuan disepakati besok Rabu (29/8/2018) sejumlah perusahaan bersama warga setempat akan bergotong royong memperbaiki jalan sepanjang 6 kilometer yaitu dari Desa Tanjung Agung sampai Lubuk Durian,” ujar Kasat Lantas Polres Bengkulu Utara AKP Syahrir Fuad. [Evi Kusnandar]