Dengan meningkatnya impor beras, petani pun menjerit

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Pemerintah memperkirakan realisasi impor beras yang masuk ke Indonesia hingga akhir tahun ini sebanyak 1,8 juta ton. Sebenarnya izin impor beras yang diberikan kepada Perum Bulog mencapai 2 juta ton.

Hanya 1,8 juta ton beras impor yang dapat didatangkan hingga akhir tahun karena ketidakmampuan sejumlah negara produsen untuk mengirimkan beras. Rinciannya yakni 500 ribu ton pada Januari, kemudian 500 ribu ton lagi pada April 2018, dan 1 juta ton lagi pada Juli 2018.

“Ada yang sudah datang, ada yang masih di pelabuhan juga. Tapi angkanya 1,8 juta ton. Karena tadinya ada negara yang bilang iya, tapi sampai tanggal yang dijanjikan enggak datang. Ya enggak usah dibilang lah negaranya dari mana,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, dilansir dari Kumparan, Senin (27/8/18).

Dia juga mengatakan, muncul angka impor 2 juta ton beras karena menurutnya beberapa waktu lalu harga beras tengah melonjak. Namun demikian dia memastikan impor 2 juta ton beras telah memperhitungkan kebutuhan dalam negeri.

“Kan kami yang ngitung, karena pembelian dalam negeri itu ada, itu kami jumlahkan, stoknya kami tahu berapa,” katanya.

Darmin mengakui, penyerapan beras di dalam negeri yang dilakukan Bulog pada setiap semesternya menunjukkan tren penurunan. Karena itu, pihaknya pun sudah memperingatkan Bulog untuk betul-betul turun tangan.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menuturkan, hal tersebut harus dilakukan karena di beberapa tempat harga beras terus bergerak naik hingga ke pihak konsumen. Dia pun meminta Bulog untuk kembali melakukan operasi pasar.

“Yang harus dilihat, kalau perlu operasi pasar ya operasi pasar. Kalau perlu rastra dikirim, ya dikirim. Bahkan tahun-tahun lalu kita percepat pengirimannya,” tambahnya.

Sementara itu, melansir CNN Indonesia, stok cadangan nasional dinyatakan aman jika Bulog menyimpan 1 juta ton – 1,5 juta ton beras. Surat itu langsung ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani.

“Stok beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) per akhir Juli 2018 sebesar 1.861.404 ton yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebanyak 1.331.881 ton dan eks impor 529.523 ton. Dengan stok yang dikuasai tersebut Bulog siap untuk melaksanakan penugasan yang diamanahkan pemerintah,” tulis data tersebut.

Untuk mengetahui jumlah cadangan beras pemerintah yang dimiliki Bulog, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Bulog terjun langsung ke lapangan mengumpulkan cadangan beras pemerintah langsung dari petani.

Hasilnya, terhitung Selasa (21/8) pukul 10.00 WIB, diketahui jumlah cadangan beras pemerintah meningkat hingga 2,027 juta ton atau meningkat sebanyak 166.418 ton dari Juli 2018.

“Iya jumlahnya naik hanya dalam waktu satu bulan dari Juli hingga Agustus 2018,” terang Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi.

Agung menuturkan cadangan beras pemerintah juga ada di tingkat penggilingan. Tercatat hingga 21 Agustus 2018 terdapat 1,230 juta ton beras masih tersimpan di gudang-gudang penggilingan padi yang besar, sedang atau kecil yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di Jakarta, jumlah stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) diketahui mencapai 44 ribu ton. “Dengan jumlah cadangan beras sebanyak ini, pemerintah tak perlu impor,” pungkasnya. [Mey Borjun]