Penyisiran disekitar bendungan Seluma

Pedomanbengkulu.com, Seluma – Oknum Satpol PP Pemkab Seluma Ahmad Fahrurozi warga Desa Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat, yang tenggelam di Bendungan air Seluma sejak kamis (27/09/2018), hingga saat ini belum kunjung ditemukan.

Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat, masih terus melakukan pencarian. Tim gabungan ini, telah menyisir aliran sungai air Seluma hingga ke hilir sungai.

“Masih proses pencarian. Sampai saat ini, masih nihil,” kata Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika, Minggu (30/09/2018).

Pihak keluarga masih bermalam di lokasi Bendungan air Seluma. Ratusan tim gabungan, Basarnas, TNI, Polri, PMI dan masyarakat. Terus mencari menggunakan perahu karet, perahu mesin dan berjalan kaki menyusuri aliran sungai.

Kapolres mengatakan, belum ditemukan tanda-tanda atau barang yang diduga milik korban sepanjang penyisiran sungai.
Sebelumnya, Warga Desa Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat yang diduga tenggelam di Bendungan Air Seluma. Data diterima dari pihak Kepolisian, dari keterangan saksi di TKP, korban degan ciri-ciri orangnya putih, menggunakan gelang, celana levis panjang dan tidak pake baju,dan diduga diketahui
identitas korban bernama Ahmad Fahrurozi (22) yang merupakan honorer satpol pp Pemkab Seluma, warga Desa Talang Prapat Kecamatan Seluma Barat.

Barang milik korban yang di temukan di TKP sepasang sendal jepit dan 1 (satu) lembar kaos warna putih dengan tulisan (FRIDAY MADE ME DO IT),dan ada tumpahan air yg diduga Tuak disekitar ditemukan sendal dan kaos.

Pencarian masih berlangsung

Sesuai keterangan saksi di TKP, berawal pada hari Kamis 27 September 2018 sekira pukul 13.30 wib korban pergi ke bendungan bersama temannga bernama, Gan, mengunakan sepeda motor Vixion BD 6048 PN, Gan dan korban minum miras jenis Tuak yg dibeli sebanyak 1 Liter, kemudian, Gan buang air besar dan korban ditinggal sendiri di tempat mereka minum Tuak, dan selesai buang air besar Gan tidak melihat korban di tempat semula.

Sementara saksi Eli, Yopi, Yar dan Zilman sekira pukul 14.00 wib melihat korban mandi di seberang pintu air bendungan kurang lebih sekitar 2 Jam, kemudian korban berjalan menyusuri air mendekati pintu air bendungan dan saksi mencoba memanggil dan mengulurkan tali kepada korban agar korban segera naik ke atas, namun tidak dihiraukan oleh korban, korban sempat duduk di atas besi pintu air bendungan, setelah itu korban turun lagi ke dalam air dan menyebrang namun korban hanyut masuk kedalam pusaran air, dan sampai saat ini masih dalam pencarian. [Sepriandi]