Bengkulu memang memilki keanekaragaman makanan tradisionalnya, baik itu makanan ringan maupun makanan berat.

Di setiap daerah atau kabupaten di Bengkulu ini memang memilki makanan yang menjadi ciri khasnya, makanan satu ini sangat popular bagi orang dewasa akan tetapi bagi anak-anak mudah sekarang pasti lupa atau belum pernah mencicipi makanan khas Bengkulu yang satu ini. Makanan yang dimaksud adalah Lemang.

Lemang sendiri merupakan salah satu makanan yang menjadi ikon kota Bengkulu, lemang terbuat dari ketan putih atau beras ketan dimana beras tersebut akan dimasukan kedalam sebuah wada. Wadah inilah yang mencirikan pembuatan makanan zaman dulu dan sekarang.

Cara memasak lemang ini terbilang cukup tradisional. Beras yang sudah dicuci dimasukan kedalam bambu hijau yang sudah dibersikan. Setelah itu, bambu yang berisikan beras ketan tadi diberi santan atau perasan kelapa secukupnya dan tak lupa juga diberi sedikit garam kedalam bambu tersebut sebagai penambah rasa.

Setelah persiapan isian pembuatan lemang selesai, lemang tersebut siap dibakar mengunakan bara api, dan kita bisa menunggunya sampai masak. Waktu yang dibutuhkan dalam memasak lemang ini terbilang lumayan lama sekitar 1 jam-2 jam sesuai temperature bara api yang kita gunakan.

Apabila sudah matang, lemang bisa disantap. Jangan lupa ketika menyantap lemang, kita harus memakannya dengan pendampingnya yaitu tapai hitam. Tapai hitam itu terbuat dari beras merah yang sudah dipermentasi mengunakan ragi tapai. Ketika lemang dan tapai hitam sudah ada, barulah menyantap lemang menjadi nikmat.

Lemang ini sendiri biasanya disajikan dalam acara pertunangan, dalam suatu wilayah di Bengkulu, kata pertunangan didalam bahasa Bengkulu itu adalah “Antar Uang” . Pasti disetiap acara tersebut tidak pernah tinggal atau lupa makanan yang satu ini, karena lemang itu sendiri merupakan syarat dalam acara antar uang tersebut.

Mellany, Komunitas Menulis Bengkulu