PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Yayasan Kipas melakukan Penyerahan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif kepada Residen Pulih yang telah menjalani program pemulihan narkoba di Sekretariat Yayasan Kipas Bengkulu, Sabtu (10/11/2018).

Diketahui sebelumnya, kegiatan ini merupakan bina lanjut program rehabilitasi yang telah mengikuti program rehabilitasi narkoba hingga dinyatakan pulih.

Direktur Yayasan Kipas Bengkulu, Merly Yuanda mengungkapkan, masing-masing peserta diberikan bantuan senilai Rp 5 Juta, namun wujudnya adalah bantuan barang atau alat untuk menunjang usaha.

“Tujuan agar mereka tidak kembali ke masa lalu, terlibat dalam dunia narkoba,” kata Merly.

Pesertanya adalah resdient tahun 2016 dan 2017. Sebelumnya, mereka juga telah diberikan bimbingan lanjutan dalam bentuk kewirausahaan, seperti perbengkelan, steam motor, laundry, peternakan dan dagang keliling.

“Yang mendapatkan bantuan hanya 18 orang, sedangkan dua orang lagi gagal kami berikan, karena saat di tes urinnya hasilnya masih positif,” jelasnya.

Merly juga menghimbau kepada masyarakat yang sudah terlanjur menyalahgunakan narkoba agar segera melapor untuk mengikuti program ini, sehingga tidak terjebak lebih buruk lagi.

“Harapan saya, pemerintah daerah harus lebih peduli dalam penanggulangan narkoba terutama rehabilitasi,” harap Merly.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar Zo yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat mendukung IPWL Yayasan Kipas, karena dinilai menjadi sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang sangat produktif dalam penanganan program narkoba dan AIDS.

“Saya sangat mengapresiasi Yayasan Kipas, mengingat tidak banyak LKS yang konsisten menangani hal seperti ini, apalagi persoalan narkoba, dan semestinya korban Napza juga harus dibantu, bukan dikucilkan,” kata Iskandar.

Pantauan Pedoman Bengkulu, Kepala Dinas Sosial juga meninjau fasilitas rehabilitasi dan bertemu langusng dengan klien rehabilitasi yang sedang menjalani rawat inap.

Untuk diketahui, Yayasan Kipas merupakan salah satu institusi penerima wajib lapor Kementrian Sosial RI yang telah menjalankan program rehabilitasi korban penyalahguna narkoba sejak empat tahun terakir dan sampai tahun 2018 ini telah merehabilitasi sebanyak 222 orang pengguna narkoba dengan tingkat keberhasilan pulih 58 persen, dan telah dinyatakan dapat kembali ke masyarakat.[Deni Dwi Cahya]