Kobaran api saat kebakaran terjadi

PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Warga kawasan Pasar Pagi Kelurahan Pensiunan Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang sontak geger akibat kebakaran yang melanda Rumah Asliman (53) Pedagang, warga Jalan Syahrial Kelurahan Pensiunan Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, Jumat (23/11/2018) sekira pukul 15.00 WIB.

Data terhimpun, menurut keterangan saksi
Sapta (18) Swasta warga Desa Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang kejadian tersebut berawal ketika dirinya sedang membeli Roti di rumah korban.

Saat itu, Sapta mendengar suara ledakan yang berasal dari belakang rumah korban sebanyak 2 kali, kemdian setelah dilakukan pengecekan Api sudah membakar rumah korban.

Rumah permanen dengan ukuran rumah sekira 8×26 Meter tersebut mengalami kebakaran lantaran diduga akibat kebocoran Gas Elpiji.

Setelah mendapatkan informasi, petugas Pemadam Kebakaran mengerahkan dua unit mobil dan satu unit mobil tanki dari BPBD Kepahiang.

Dengan dibantu warga sekitar sekira pukul16.30 WIB api dapat dipadamkan. Akibat kejadian tersebut ditafsir korban mengalami kerugian 100 juta rupiah.

Berikut langkah mencegah kebakaran:

* Waspadai Rokok.

Bagi mereka yang perokok, tentu harus bisa memastikan abu rokok harus benar benar padam. Sebab, bukan tidak mungkin, kebakaran bisa terjadi dari hal sepele, api yang dianggap kecil memiliki dampak yang besar. Jika merokok dirumah, jangan membuang puntung rokok sembarangan karena bisa memicu terjadinya percikan api.

* Hindarkan pematik dan korek api dari jangkauan anak-anak.

Bagi mereka yang memiliki anak kecil harus bisa menghindarkan korek atau benda lain yang bisa mengeluarkan api. Anak kecil bisa saja memainkan korek dan lilin dan percikan api menyambar benda yang mudah terbakar, oleh sebab itu, sebagai orang tua harus bisa menghindarkan benda benda yang bisa menjadi sumber api kepada anak anak. Pengawasan dari orang tua sangatlah penting.

* Jauhkan benda yang mdah terbakar dari jangkauan sumber api.

Saat ini lilin masih menjadi sumber pencahayaan ketika mati lampu. Namun alangkah baiknya untuk menyimpan lilin ditempat aman, ditempat yang jauh dari benda yang mudah terbakar. Lilin sangat mudah jatuh atau roboh dan mengenai benda-benda sekitarnya, jika lilin jatuh ke benda yang mudah terbakar, ini bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

* Gunakan alat kelistrikan secukupnya.

Masih banyak masyarakat yang menggunakan listrik diluar kewajaran. seperti misalnya menyalakan televisi ketika kita tidur atau tetap menyalakan komputer ketika kita tak menggunakannya. Selain itu, perhatikan juga arus listrik, arus pendek listrik juga bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

* Rencanakan jalur evakuasi.

Anda beserta keluarga harus sudah memeliki jalur evakuasi ketika terjadi kebakaran. Jika anda berusaha memadamkan api terlebih dahulu itu tidak apa apa. Namun jika api membesar dan tidak memungkinkan untuk dipadamkan, anda harus keluar rumah untuk mencari tempat aman. Anda wajib menghubungi pemadam kebakaran untuk memadamkan api. [Ardiyanto]