Para tersangka dilimpahkan ke Jaksa

PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang menerima pelimpahan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dana Desa Desa Sungai Jernih Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang 2016 lalu dari pihak Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kepahiang, Jumat (30/11/2018).

Pelimpahan tersebut melibatkan tiga orang tersangka yakni S selaku Kepala Desa, BS selaku Bendahara Desa, dan T selaku Sekretaris Desa.

Dalam pelimpahan bersama dengan barang bukti tersebut, ketiga tersangka didampingi penasehat hukumnya yaitu Jelison Purba, S.H. selaku penasihat hukum Terdakwa S dan Fitriansyah, S.H. selaku penasihat hukum Terdakwa BS dan T.

Kepala Kejari Kepahiang Haji Lalu Syaifudin, melalui Kasi Pidsus Rusydi Sastrawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan tiga tersangka dan barang bukti dari Polres Kabupaten Kepahiang.

“Iya benar kita menerima pelimpahan kasus dana desa Desa Sungai Jernih Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang Tahun 2016 lalu dengan tiga tersangka yaitu S selaku Kepala Desa, BS selaku Bendahara Desa, dan T selaku Sekretaris Desa,”kata Kasi Pidsus.

Untuk ketiga terdakwa ini dibawa ke Rutan Kelas II B Malabero Bengkulu menggunakan mobil tahanan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kepahiang untuk menjalani tahanan 20 hari kedepan. Dibawanya ketiga terdakwa tersebut untuk mempermudah proses persidangan.

“Ketiga terdakwa dibawa ke Bengkulu karena sidangnya disana, jadi untuk mempermudah persidangan. Dalam kasus ini ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, dan Pasal 9 jo. Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 KUHP undang undang tindak pidana korupsi dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara,”ungkap Kasi Pidsus.

Sementara Kapolres Kabupaten Kepahiang, AKBP Pahala Simanjuntak, melalui Kasat Reskrim AKP Yusiady, mengatakan dalam kasus dugaan korupsi dana desa Desa Sungai Jernih Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang Tahun 2016 lalu disinyalir merugikan keuangan negara sebesar 353 juta rupiah.

“Dalam dugaan korupsi tersebut disinyalir merugikan negara sekitar 353 juta rupiah,”singkat Kasat. [Ardiyanto]