Pelaku pencurian

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Anggota  Kepolisian Sektor (Polsek) Kaur Selatan Kabupaten Kaur, Senin (10/12/2018), mengamankan empat orang anak di bawah umur, di antaranya SA (14), warga Desa Kasuk Baru, MA (17), warga Desa Sukaraja, IR (14) warga Desa Kasuk Baru dan DW (16) warga Desa Padang Binjai Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pencurian di rumah Yan (40) warga Desa Sukabandung Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur.

Kapolsek Kaur Selatan Iptu Surya R Purnama mengatakan, penangkapan empat orang anak tersebut berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan petugas kepada salah satu tersangka IR yang diamankan pada Minggu (9/12/2018), lantaran diduga mencuri satu buah Hanmook milik Yan. Hasil dari pengembangan yang dilakukan tersebut polisi mendapatkan 3 identitas terduga pelaku lainnya yakni SA, MA, dan DW yang terlibat dalam aksi pencurian dua bulan yang lalu dengan rincian di Kecamatan Kaur Selatan IR dan MA melakukan tindak pencurian ayam, pencurian ayam di KecamatanTetap yang dilakukan oleh tersangka SA, kemudian pencurian 10 liter minyak solar di Kaur Tengah yang dilakukan oleh SA, DW, dan IR, kemudian pencurian tabung Gas Elpiji dan rokok yang dilakukan oleh SA dan IR.

“Empat orang tersangka yang merupakan anak di bawah umur ini diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur. Sementara, untuk barang bukti hasil curian tidak ditemukan, karena kejadian tersebut sudah lama pada bulan November 2018,” kata Kapolsek.

Seperti diketahui bersama, belakangan marak terjadi tindak pidana kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur, dalam hal ini beberapa hal yang dapat menyebabkan tindak kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur.

Beberapa ahli psikologis anak mengatakan, beberapa faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang oleh anak diantaranya adalah kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial, contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial, kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya), kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak, rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak, tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga, kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga, anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain, perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru, adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.

Faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga ikut memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik[Ardiyanto]