Salah satu titik jalan yang putus akibat banjir

PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Akibat hujan deras sejak pukul tiga dini hari, Selasa (11/12/2018) tiga desa di kecamatan Batiknau dilanda banjir. Ketiga desa tersebut adalah Desa Pagar Ruyung, Desa Batiknau dan Desa Suka Marga.

Kapolsek Batik Nau melalui Aiptu Dedi Hartono mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa namun puluhan rumah sudah terkena dampak banjir ini.

“Laporan sementara belum ada korban jiwa, ada sekitar 15 rumah yang tenggelam, namun untuk rumah yang terkena dampak, ada puluhan rumah di tiga desa,” kata Dedi saat bertugas di lokasi banjir.

Selain itu, empat titik di Jalan Raya Batiknau sebagai jalan lintas Bengkulu ke Muko-muko juga putus total akibat sungai yang meluap yang meluap. Beberapa pengendara yang nekad melintas banyak mendapati kendaraannya mati di tengah luapan air di jalan.

Kendaraan roda dua harus dinaikkan ke rakit apabila ingin melintas.

Melihat kondisi ini, masyarakat setempat berinisiatif membuat rakit dari bambu untuk mengangkut kendaraan roda dua.

“Iya pak, kalau yang di sini motor masih ada yang berani lewat, tapi kalau yang di sana itu motor harus dinaikan ke getek atau rakit yang dibuat warga, tapi harus bayar Rp 12-20 ribu,” kata Restu Anugrah salah satu pengendara yang melintas dari Kota Bengkulu menuju Ketahun.

Salah satu rumah yang terendam

Di sisi lain, dengan adanya jasa angkutan rakit ini tokoh masyarakat dan kepolisian menghimbau agar masyarakat tidak merugikan pengendara yang melintas dengan tarif yang terlalu tinggi.

“Saya himbau kepada masyarakat, kalau bisa, untuk mahasiswa atau pelajar jangan dikasih harga mahal, kalau untuk pekerja iyalah tidak apa-apa,” kata Basa’an salah satu tokoh masyarakat setempat yang juga berprofesi sebagai guru.[Deni Dwi Cahya]