PedomanBengkulu.com, Kaur — Dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat, Anggota Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kaur terus gencar melaksanakan kegiatan razia sekaligus dalam rangka Ops Pekat Nala II 2018, dengan sasaran Premanisme, Prostitusi/Pornogarfi, Minuman Keras, Narkoba dan Penyakit Masyarakat Lainnya di Desa Talang Tais Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur, Selasa (4/12/2018).

Ops Pekat Nala II tahun 2018 yang dipimpin  oleh Kasat Narkoba Polres Kaur, Iptu Hasiholan Simanungkalit, SE bersama anggota Polres Kaur yang terkena Sprin Ops Pekat Nala 2018 didampingi 4 orang anggota Sat Res Narkoba Polres Kaur, berhasil mengamankan minuman keras (Miras) sebanyak 105 botol berbagai merek, diantaranya, miras merk Anggur Merah Cap Orang Tua 19 Botol, miras merk Newport 56 Botol, miras merk Bir Angker 21 Botol, miras merk Mansion House 9 Botol. Ratusan botol miras tersebut berhasil didapat dari rumah Gussun (33) Honorer, warga, Desa Talang Tais Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur. Aparat juga melakukan Pengecekan rumah milik Apri (33) warga Desa Tanjung Ganti I Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur yang diduga menyimpan miras, namun dalam pemeriksaan anggota tidak menemukan adanya Miras.

Kapolres Kabupaten Kaur AKBP Arif Hidayat melalui Kasat Narkoba Iptu Hasiholan Simanungkalit, mengatakan barang bukti miras yang berhasil disita dalam rangka Ops Pekat Nala 2018 tersebut telah diamankan di Mapolres Kaur.

“Ketika anggota melakukan pengecekan di rumah saudara Gussun, beliau sedang tidak ada di rumah, namun anggota tetap melakukan pengecekan yang didampingi Kades Talang Tais dan berhasil menyita kurang lebih 105 botol miras berbagai jenis. Kegiatan ini selesai sekira pukul 12.00 WIB dan alhamdulilah semuanya berjalan dengan aman dan kondusif,” kata Hasiholan Simanungkalit.

Kasat juga menghimbau agar masyarakat dapat bekerjasama dengan anggota kepolisian dengan tidak menjual minuma keras.

“Kita himbau agar masyarakat tidak lagi menjual minuman keras, sebab minuman keras ini dapat berdampak kepada tindak kejahatan, akibat efek dari mengkonsumsi minuman ini apapun bisa terjadi bagi pelaku untuk melakukan tindak kejahatan,”sampai Hasiholan Simanungkalit. [Ardiyanto]