JPU Kejari Seluma, Nelly SH

PedomanBengkulu.com, Seluma – Pasca penikaman yang dilakukan pelajar SMKN 5 Seluma berinisial AL (17) terhadap adik kelasnya AD (16) kembali dilakukan diversi atau mediasi antara keluarga korban dan keluarga tersangka di Kejaksaan Negeri Seluma pada Rabu pagi (09/1/2019).

Pengambilan diversi dilakukan karena tidak menemukan titik terang usai peristiwa penikaman tersebut.

Sebelumnya keluarga tersangka yang merasa tidak mampu untuk membayar semua administrasi dan juga pengobatan AD sebesar 15 juta rupiah.

Dengan didampingi pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) diversi kasus penikaman pelajar SMK Negeri 5 Seluma pada Rabu pagi kembali digelar ditingkat Kejaksaan Negeri Seluma.

Disamping itu, kedua belah pihak keluarga korban AD dan pihak keluarga tersangka AL dipertemukan di Aula Kejari Seluma guna menemukan solusi diantara kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

Namun setelah dilakukan diversi, belum juga menemukan titik terang dan diversi masih dianggap buntu.

Apriansah yang masih keluarga korban saat dikonfirmasi menerangkan bahwa dalam surat perjanjian ini pihak keluarga tersangka menyanggupi pembiayayan 15 juta rupiah sesuai kwitansi dari rumah sakit.

“Dimana konsekuensinya setelah adanya surat perjanjian ini, dan sudah tanda tangan diatas materai 6000,” tegas Apriansyah.

Terlepas dari itu, Jaksa Penuntut Umum Nelly S.H menegaskan pihaknya tidak menahan terhadap tersangka dikarenaakn masih dibawah umur dan berstatus pelajar, selain itu penahanan terhadap anak tidak boleh dilakukan karena mendapat jaminan dari orang tua tersangka.

Tersangka dikenakan Undang-Undang RI No 11 Tahun 2012, Sistem Peradilan Pidana Anak pasal 32 (b) yang menyebutkan ancaman pidana penjaranya dibawah 7 tahun.

“Sehingga akan dilakukan tahap diversi selanjutnya ditingkat pengadilan negeri Tais,” tambah Nelly.

Akibat tikaman yang dilakukan oleh tersangka AL, korban mengalami luka tusuk di dada dan tembus ke paru-paru dan belum bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Saya berharap yang terbaik dan bisa menemukan titik terangnya, sehingga masalah ini dapat terselesaikan,” tutup Apriansyah. [Wahyu]