PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sejumlah warga Rt 5 Kelurahan Bentiring Permai Kecamatan Muara Bangkahulu, menuding semenjak adanya pengembang perumahan PT Ashani Karya yang telah beroprasi beberapa bulan tersebut mengakibatkan rumah warga terendam banjir.

Puryadi (50) salah satu warga yang rumahnya terkena banjir menjelaskan, sebelumnya belum pernah terjadi banjir, tapi belakangan ini sering kena banjir.

“Ini masih berserakan barang-barang saya, buku-buku anak saya masih basah dan berserakan, bahkan tidak ada yang melihat, cuma pak camat yang melihat,” ujarnya, Selasa (15/1/2019).

Bentuk pondasi siring antara dari rumah warga ke perumahan yang tidak sama tinggi, Puryadi menjelaskan hal itulah yang mengakibatkan sering terjadi banjir.

“Pasang pondasinya ini tidak sama, pada akhirnya air masuk ke rumah saya sama rumah tetangga dengan tinggi satu meter,” jelasnya.

Sebelumnya pihak pengembang pernah melakukan komunikasi dengan warga untuk meminta izin soal pembangunan perumahan, dan mereka juga berjanji akan membangun siring, namun yang dibangun tidak memenuhi sama rata tinggi pondasinya.

“Sebelumnya ada komunikasi pihak pengembang dengan warga, mereka juga akan membangun siring, namun yang terjadi tidak seperti yang diharapkan, cobalah lihat bentuk kondisinya,” terang Puryadi.

Puryadi menambahkan warga berharap ada tindak lanjut dari perusahan perumahan PT Ashari Karya, karena sebelumnya tidak pernah terjadi banjir, terlihat dari pondasi siring yang tidak sama tinggi membuat air memasuki rumahnya dan warga lain.

“Saya berharapa pihak PT Ashari Karya juga memikirkan saya dan warga lain, karena sebelumnya tidak pernah terjadi banjir di daerah sini,” jelasnya.

Ketika meminta konfirmasi pihak pengembang direktur PT Ashari Karya, Syamsu Iwan menjelaskan, terkait laporan warga bahwa mereka telah melakukan permintaan izin kepada warga dan telah ada upaya.

“Kita telah melakukan perundingan dengan warga, kita telah melakukan upaya perizinan, namun ada salah satu rumah yang belum ketemu, tapi yang lain sudah kita minta izin, bahkan kita dapat fotokopi KTP nya,” ujar Iwan.

Melihat rumah warga terkena dampak banjir, pihak pengembang akan melakukan beberapa solusi agar tidak terkena banjir lagi.

“Terutama kita akan membuat jembatan ini dulu, supaya air tidak nyumbat, lalu kita dengar solusi dari mereka maunya gimana, apa kita timbun, atau kita beli dan mereka kita pindahkan ke dalam semua, dan kita tetap rundingkan,” pungkasnya. [Efri]