PedomanBengkulu.com, Jakarta – Setelah digelar Focus Group Discussion Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Provinsi Bengkulu yang telah dilaksanakan kemarin dan bertempat di PT PELINDO II, Tanjung Priok Jakarta, Rohidin Mersyah Gubernur Provinsi Bengkulu mengharapkan realisasi rencana pembangunan KEK Pulau Baai Bengkulu dipercepat.

“Secara geografis, Pelabuhan Pulau Baai berhadapan­ langsung dengan Samudra Hindia. Bengkulu juga terhubung dengan empat provinsi, yaitu Sumbar, Jambi, Sumsel, dan Lampung sehingga Bengkulu diharapkan mampu menjadi beranda perekonomian di Sumatra­,” ujar Rohidin Mersyah, Selasa (5/3/2019).

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai Bengkulu saat ini masih dalam tahap penggodokan. Kendati demikian kawasan ini sudah dilirik para investor baik dalam maupun luar negeri.

“Ada sekitar enam investor yang sudah berjalan proyeknya di kawasan tersebut. Salah satunya adalah pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 2 x 100 megawatt yang saaat ini konstruksinya sudah 75%. “Kalau tidak mundur, akhir tahun beroperasi,” jelas Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Rohidin juga menjelaskan bahwa investasi pengepakan Semen Padang, groundbreaking terminal cair dengan luas mencapai lima hektar juga sudah masuk.

“Ini bisa memenuhi kebutuhan ekspor-impor CPO untuk Sumatera,” jelasnya.

Selain itu, sudah ada persiapan investasi instalasi karantina hewan nasional. Dengan adanya instalasi karantina hewan nasional, diharapkan impor ternak menjadi lebih terkontrol melalui satu pintu.

Sedangkan dari luar negeri, investasi dari India bergerak di bidang pengolahan minyak. Investasi ini diharapkan dapat mendorong ekspor CPO sudah dalam bentuk produk turunan.

“Nilainya Rp 4 triliun, maka dari itu Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta proses penetapan Pulau Baai sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) dipercepat,” jelas Rohidin.

Kegiatan diskusi ini dihadiri oleh Direktur Operasi IPC Prasetyadi, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Kabag Perencanaan Dewan KEK Nasional Ahmad Buchory, GM Cabang Pelabuhan Bengkulu Nurkholis Lukman, perwakilan DPMPTSP, perwakilan LAPI ITB, Kadin, perwakilan asosiasi, dan pelaku usaha.[Tri Purnama Sari]