Pedomanbengkulu.com, Bengkulu – Dalam mengawal pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) guna menciptakan lulusan yang berkualitas, Dinas Pendidikan Kota Bengkulu menggelar sosialisasi ujian TK, SD/MI, SMP/MTS se-Kota Bengkulu di Aula Hotel Raflesia Pantai Panjang.

Dikatakan Firman Junaidi selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bengkulu bahwa Sosialisasi ini merupakan tahapan dari pada pelaksanaan ujian akhir sekolah Tahun Pelajaran 2018/2019, maka tentunya harus mempersiapkan segala halnya seperti tata aturan dan mekanisme kerjanya. Sehingga harapannya dapat menciptakan lulusan yang berkualitas.

“Jadi ini merupakan tahapan persiapan untuk bagaimana kita menghadapi pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah, di sini juga nantinya kita akan mensosialisasikan semua aturan yang berlaku dan menyangkut pelaksanaan UASBN ini,” ujar Firman Junaidi, Rabu (13/3/2019).

Disampaikan juga bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk mensinkronisasikan baik program pusat, daerah sampai ke tingkat masyarakat dan orang tua, karena harapannya semoga anak usia sekolah di Kota Bengkulu dari kualitas pendidikannya akan terus meningkat.

“Tujuan kita adalah untuk mensinkronkan antara program pusat, daerah dan sampai ketingkat masyarakat, serta bagaimana persiapan pelaksanaan ujian nantinya untuk dapat terlaksana dengan baik,” Ucapnya.

Selain itu, Sekda Kota Bengkuku Marjon mengatakan sekaligus menekankan kepada peserta Sosialisasi bahwa dalam pelaksanaan Ujian nantinya, bukan hanya melaksanakan ujiannya saja, tetapi bisa mengawal Ujian UASBN ini sampai sukses.

“Saya tekankan tadi bahwa kita tidak boleh hanya sebatas melaksanakan ujian saja, tetapi juga ikut mengawal ujian ini nantinya sampai sukses,” kata Marjon

Pihaknya juga menyampaikan jangan sampai nanti Ujian berjalan tapi tidak sukses, dari mana mengawalnya agar ujian itu sukses yaitu dimulai dari sebelum ujian dapat menginformasikan kepada orang tua murid agar anak-anaknya dipersiapkan untuk belajar dirumah.

“Jadi jangan sampai nantinya ujian berjalan tapi tidak sukses, dari mana mengawalnya yaitu dari memberitahukan kepada orang tua untuk lebih intens anak-anaknya belajar dirumah, Jangan hanya mengandalkan batas jam sekolah saja, karena sebanyak-banyaknya waktu jam belajar disekolah, lebih bagus ditambah belajar dirumah,” Imbuhnya.

Dalam dukungan pemerintah Kota Bengkulu dalam pentingnya dunia pendidikan yaitu dalam bentuk anggaran APBD dan saran prasarana serta himbauan lainnya yang menyangkut tentang Pendidikan di Kota Bengkulu yang pada intinya bahwa pendidikan tidak bisa dibangun oleh pemerintah dan orang tua saja tapi bersama-sama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua.

Marjon juga menghimbau bagi orang tua bahwa peran orang tua saat ini lebih penting pada menjelang ujian ini dan harapannya lulusan dari setiap sekolah nantinya bukan hanya berkuantitas tapi berkualitas yang diutamakan.

“Karena zaman sekarang bukan lagi dimana zaman asal banyak tapi bagaimana kualitas lulusan lebih penting ditingkatkan,” Pungkasnya.

Diketahui dari informasi yang diperoleh tim Pedomanbengkulu.com persiapan dalam menghadapi UASBN tersebut sudah mencapai 80% dan dihadiri oleh 53 Kepala Sekolah SMP Negeri/Swasta, 103 Guru SD/MI se-Kota Bengkulu. [Asep Setiawan]