Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Selatan — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan baru saja menerima pelimpahan berkas perkara kasus dugaan penyebaran video porno melalui media Facebook, WhatsApp (WA) dan Messenger yang dilakukan terdakwa WI (33) warga Desa Karang Caya Kecamatan Kedurang Ilir (KDI) beberapa waktu lalu.

Terdakwa tersebut dilaporkan oleh korbannya yaitu Ha (25) warga Jalan Radja Muda, Kota Manna yang berprofesi penjual mainan anak-anak secara online.

Kasi Intelijen Kejari Bengkulu Selatan, Riky Musriza SH MH, Rabu (13/3/2019) mengatakan pihaknya telah menerima pelimpahan kasus penyebaran gambar porno melalui media sosial dari penyidik Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Bengkulu Selatan. Setelah menerima berkas pihaknya akan segera melimpahkan kasus tersebut ke meja hijau.

“Akibat perbuatan tersebut terdakwa dikenakan dakwaan alternatif sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat 1 UU No 44 tahun 2008 tentang Pornografi atau Pasal 44 ayat 1 jo pasal 27 ayat1 UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara yang dapat dikenakan kepada terdakwa selama 12 tahun penjara,” jelas Kasi Intel.

Diketahui sebelumnya, dalam aksinya modus pelaku Wi berpura-pura untuk membeli barang jualan korban. Pelaku melalui akun facebooknya mengirim pesan kepada korban melalui messenger. Melalui messenger pelaku mengaku hendak membeli mainan motor-motoran untuk anak pelaku. Untuk mempermudahkan komunikasi, pelaku meminta nomor WA korban. Tanpa merasa curiga, korbanpun memberikan nomor WA.

Namun setelah mendapatkan nomor WA korban. Bukannya pelaku membeli mainan, malah pelaku memainkan korban dengan sering mengirim video porno melalui WA dan messenger.

Tidak terima dengan perlakuan Wi yang berkali-kali mengirimkan video porno, korban akhirnya melapor ke Mapolres Bengkulu Selatan. Dengan sigap jajaran Polres memburu terlapor. Hingga akhirnya terlapor berhasil diamankan pada Rabu siang (16/1/2019) sekira pukul 13.00 WIB di kediamannnya. [Ardiyanto]