PedomanBengkulu.com, Seluma – Sejumlah petani yang ada di Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma mengeluh kondisi lahan sawahnya. Pasalnya, diperkirakan 40 hektar padi milik mereka yang memasuki umur 60 hari tanam mengalami hama penyakit Patah Leher (istilah hama penyakit padi akibat jamur Pyricularia Orizae). Penyakit patah leher tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu.

“Kalau 40 hektar data dari kelompok tani saja, namun bisa diperkirakan lebih. Penyakit patah leher yang sudah meluas pak, kami juga bakal terancam gagal panen pak jika semua tanaman kami seperti ini,” jelas Pendi Ketua kelompok tani, Selasa (5/3/2019).

Dikatakan Pendi, sebelumnya dia berfikir hanya padi miliknya saja yang terserang patah leher, namun semakin lama penyakit tersebut menyebar luar di sawah warga lainnya. Pendi berharap adanya tindakan pihak terkait untuk menangani kasus tersebut.

“Segera pak, kami harapkan ada tindak lanjutnya pak, kalau sudah begini kita gagal panen pak,” ucap Pendi.

Menanggapi adanya temuan patah leher tersebut, Kadis Pertanian Kabupaten Seluma, Marrah Hallim, melalui Kasi Bina Usaha dan Pengendalian Penyakit, Dedy Kurdianto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini belum mengetahui jika terdapat sawah milik petani di wilayah tersebut terserang penyakit Patah Leher.

“Walaupun belum ada, saya akan memerintahkan langsung petugas penyuluh pertanian kami untuk mendata semua lahan yang terserang, serta memeriksa kembali, agar kita tindak lanjuti mengenai penyakit Patah Leher tersebut,” pungkas Dedy. [Wahyu]