Adegan rekonstruksi

Pedomanbengkulu.com, Bengkulu — Kasus dugaan tindak pidana pembunuhan yang menimpa Erni warga Kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu, dan sempat menghebohkan Kota Bengkulu lantaran pelaku pembunuhan tersebut adalah RM yang tak lain merupakan suami korban sendiri.

Teranyar, Kepolisian Resort (Polres) Kota Bengkulu menggelar rekontruksi dugaan pembunuhan tersebut dengan jumlah 30 adegan yang diperankan langsung oleh tersangka di kediamannya, Selasa (5/3/2019).

“Pagi ini kita lakukan rekontruksi terkait pembunuhan dengan direncanakan. Kita sudah melaksanakan rekontruksi dengan jumlah 30 adegan yang mana mulai dari awal tersangka minta kelapa sampai dengan bayi diselamatkan oleh tetangga korban,” ujar Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru melalui Kasat Reskrim AKP Indramawan.

Dikatakan Kasat, dalam adegan rekontruksi yang diperankan tersangka, tergambar bahwa dugaan pembunuhan yang dilakukan sudah direncanakan. Pasalnya, tersangka meminjam parang tetangganya kemudian parang tersebut diselipkan dibawah selimut yang kemudian disaat korban tidur tersangka membunuh korban.

“Kalau kita melihat dari yang diperagakan tersangka dan peran pengganti bahwa unsur pasal 340 sudah tergambar, bahwa memang ada yang direncanakan terlebih dahulu. Dia meminjam parang ke tetangganya kemudian parang tersebut diselipkan diselimut, pada saat istrinya tidur baru tersangka membunuh istrinya sendiri,” kata Kasat.

Dalam rekontruksi, sambung Kasat, memang berdasarkan keterangan dari tersangka korban menunjuk perutnya, kemudian dengan reflek tersangka membelah perut korban menggunakan parang tersebut dua kali.

Sedangkan keterangan dari tersangka tali pusar bayi sudah lepas dan kemudian bayinya di letakkan dibawah jendela.

Setelah melakukan rekontruksi tersebut pihak kepolisian langsung melakukan pemberkasan kemudian berkoordinasi dengan kejaksaan untuk sesegera mungkin dilimpahkan ke tahap dua.

“Setelah selesai pemberkasan segera kita limpahkan ke tahap dua. Pasal yang disangkakan adalah pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP subsider 356 KUHP dan sebsider pasal 44 KUHP tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” jelas Kasat. [Ardiyanto]