Menuju Rapat Umum Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) bersama Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan pada 24 Maret 2019 nanti segala persiapan terus dikerjakan untuk maksimalnya acara.

Mengambil tema “Laksanakan Pasal 33 UUD 1945. Tanah, Rumah dan Air Bersih Untuk Rakyat Miskin DKI Jakarta”, rapat akan dimulai jam 18.00 WIB dan diadakan di Komplek
Taman Kota, Kembangan Utara – Jakarta Barat.

Aris Clowor Ketua Panitia Penyelenggara, mengatakan bahwa persiapan acara rapat umum sudah siap 90 persen.

“Rapat Umum ini akan melibatkan kurang lebih 3.000 massa yang mereka akan datang dari Rusun Marunda Jakarta Utara, Rusun Pedongkelan Jakarta Timur, yang dari Jakarta Pusat hadir warga pinggiran rel Tanah Abang, Cikini, Menteng, dan terakhir warga yang tengah berkonflik terkait tanah di Jakarta Barat, “ ungkap Aris.

Aris menjelaskan bahwa acaranya nanti akan berlangsung santai, akan ada dialog warga dengan Gubernur terkait permasalahan konflik agraria, juga akan ada pemutaran vidio-vidio testimoni dari warga DKI Jakarta terkait masalah-masalah yang tengah dialami, terutama warga yang pernah dan akan tergusur.

“Pak Gubernur nanti akan menyampaikan pidatonya, setelah itu akan ada dialog. Intinya warga akan menyampaikan kasus sengketa tanah yang selama ini kami advokasi dibeberapa kelurahan,” katanya.

Aris menambahkan bahwa advokasi-advokasi yang selama ini telah dikerjakan SRMI tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, hanya sekedar ketenangan sesaat saja
untuk warga, cuma bisa membangun-menempati rumah saja tetapi sewaktu-waktu masih terancam penggusuran.

“Seperti kasus di Taman Kota Kembangan Utara, mereka itu sudah kebakaran tapi tidak dibolehkan membangun rumahnya kembali, kemudian diadvokasi SRMI sehingga mereka tidak jadi digusur. Target kami SRMI bersama seluruh warga DKI Jakarta atas penyelenggaraan acara rapat umum ini adalah bagaimana Pemerintah Daerah bisa memberikan hak atas tanah kepada rakyatnya. Agar di tahun-tahun depan rakyat tidak lagi merasa ketakukan bertempat tinggal di wilayahnya masing-masing, karena mereka adalah warga negara dan punya hak yang sama berdasarkan konstitusi UUD 1945 terutama Pasal 33. Jadi pemerintah harus benar-benar menjalan amanat konstitusi tersebut,“ jelas Aris.

Terakhir Aris Clowor mengajak seluruh masyarakat DKI Jakarta baik yang sudah punya persoalan dan pasti kedepan akan punya persoalan terkait tanah, rumah dan air bersih,
baik yang sedang mengontrak atau yang bertempat tinggal di Jakarta untuk bisa hadir bertatap muka dengan Gubernur, duduk bersama menyelesaikan persoalan-persoalan
rakyat DKI Jakarta khususnya terkait tempat tinggal untuk hidupnya atau juga masalah-masalah ekonomi rakyat, karena masyarakat DKI Jakarta kebanyakan adalah pekerja,
buruh harian yang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya demikian berat. [Sukir Anggraeni]