PedomanBengkulu.com,Bengkulu – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti membuka Bincang-bincang Asik (BISIK) Peningkatan Maturitas SPIP Nenuju Level 3 dan Entry Meeting Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin (18/3/2019).

Pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti meminta agar Inspektorat dapat bersikap independen dan memiliki kompetensi untuk melakukan pengawasan kepada OPD. Khususnya pengawasan pada saat perencaan, dimana pada perencanaan rawan terjadi penyimpangan.

“Saya tekankan tolong kawan-kawan ini dikawal mulai dari perencanaan, karena penyimpangan bisa terjadi biasanya berawal dari perencanaan. Jika perencaan sudah tidak baik ini alamat penyimpangan akan terjadi,” jelas Nopian Andusti.

Adapun keberadaan SPIP itu sendiri bertujuan untuk mewujudkan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Dengan adanya SPIP diharapkan dapat menciptakan budaya pengawasan terhadap seluruh organisasi dan kegiatan. Sehingga dapat mendeteksi terjadinya sejak dini kemungkinan penyimpangan serta meminimalisir terjadinya tindakan yang dapat merugikan negara.

Sejalan dengan Sekda Provinsi, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu Ramli Midian Sihombing meminta segenap OPD dapat memiliki tanggung jawab dalam mengelola dana APBD Provinsi Bengkulu dengan sabaik – baiknya.

“Amanah ini mari kita pertanggung jawabkan, mari kita berakuntabilitas, jangan sampai menyimpang ke kiri dan ke kanan, ini demi kemajuan khususnya Bengkulu dan untuk Indonesia secara umumnya,” minta Ramli Midian Sihombing.

Pantauan Pedoman Bengkulu, dalam kegiatan ini juga dilakukan Penandatanganan Kesepakatan Rencana Penilaian Maturitas (RPM) oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Kepala Inspektorat Provinsi Bengkulu Heru Susanto dan Kepala OPD terkait, yang disaksikan langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu Ramli Midian Sihombing.[Tri Purnama Sari/Rls]