Suasana Kuliah Umum

Pedomanbengkulu.com, Bengkulu – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menggelar kuliah umum dengan tema “Era Industri 4.0 dan Millenial People”, Rabu (10/4), di aula lantai 6 gedung Ahmad Dahlan Kampus IV UMB.

Kuliah umum ini menghadirkan Irjend Kementerian ESDM, Prof. Akhmad Syakhroza CA, CRGP, Ph.D sebagai narasumber dan dihadiri oleh 250 peserta.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Wakil Rektor I UMB Bidang Akademik, Dr. Rifai M.Pd, mengatakan bahwa memasuki Revolusi Industri 4.0 generasi millenial harus sedini mungkin mempersiapkan semuanya.

“Digitalisasi dan Revolusi Industri ke 4.0 tidak terelakkan dan harus dihadapi oleh generasi millenial. Kuliah umum ini menjadi salah satu langkah aktif Fakultas Ekonomi UMB dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, mengingat kita sudah masuk pada Revolusi Industri tersebut,” jelas Rifai, Rabu (10/4).

Menurut Rifai, ada lima langkah yang harus dilakukan oleh generasi millenial agar bisa beradaptasi di era revolusi industri 4.0, yakni memiliki kemampuan bahasa yang baik, berfikir kritis, mampu berpikir kreatif dan memiliki kemampuan leadership serta kecerdasan emosi.

Sementara itu, pada acara inti kuliah umum tersebut, Akhmad Syakhroza menjelaskan, Revolusi Industri 4.0 mau tidak mau harus diterima.

“Secara tidak sadar kita justru telah masuk di era tersebut, sehingga kita harus mempersiapkan diri untuk beradaptasi. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di era Revolusi Industri 4.0 ini,” ungkapnya.

Untuk mencapai hal itu, Akhmad Syakhroza yang juga Irjend Kementerian ESDM menambahkan, manusia harus bergerak dalam 5 prinsip yakni spiritualitas, optimisme, integritas, konektivitas, dan literasi.

“Kebutuhan akan internet sekarang sudah menjadi hal yang urgent. Hal ini menunjukkan bila kebutuhan manusia telah bergeser. Dengan 5 hal tersebut, saya yakin mahasiswa bisa menjadi generasi yang mampu bersaing di dunia Revolusi Industri 4.0 untuk perkembangan hidup, terutama untuk kemajuan Indonesia,” tuturnya. [Nurhas]