PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Pleno rekapitulasi tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga kini belum kunjung selesai. Hal ini menimbulkan banyaknya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tepar atau jatuh sakit lantaran kelelahan.

Seperti yang dialami Mslimin, Ketua KPPS Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 Desa Pagar Gunung, Kabupaten Kepahiang ini. Kini Ia tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Rejang Lebong lantaran diduga mengalami kelelahan usai melaksanakan Pleno rekapitulasi tingkat PPK Kecamatan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepahiang, Supran Effendi, Kamis (25/4/2019) mengatakan Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) tersebu mengalami kelelahan usai melakukan Pleno ditingkat Kecamatan.

“Iya ada PPS kita yang kemarin masuk Rumah Sakit, karena kelelahan habis rekapitulasi di KPPS dan di PPK sehingga beliau dibawa ke Rumah Sakit untuk dirawat,” ujar Supran Effendi.

Dikatakan Supran Effendi, untuk tindak lanjutnya sendiri KPU masih menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait santunan ataupun biaya pengobatan penyelenggara negara yang sakit.

Selain itu, komisioner KPU juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada tim medis, guna memeriksa kesehatan dari sejumlah penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu).

“Untuk petugas medis khusus dari Rumah Sakit belum ada nanti kita coba koordinasikan dulu dengan pihak pemerintah,” terang Supran Effendi.

Dilansir sebelumnya, berdasarkan keterangan Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu, Patimah Siregar, Selasa (23/4/2019), ada sebanyak tujuh anggota penyelenggara Pemilu yang jatuh sakit yaitu di Kabupaten Bengkulu Tengah berjumlah empat orang, kemudian di Kabupaten Seluma berjumlah dua orang, dan ada juga yang mendapatkan perawatan intensir di Rumah Sakit. Sementara untuk di Kota Bengkulu sendiri Ketua Panwascam Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu mengalami cidera akibat kecelakaan. [Ardiyanto]