PedomanBengkulu.com, Seluma – Jelang Ramadan 1440 H, membuat konsumen menjerit lantaran sejumlah harga bahan pokok, terutama komoditas bawang putih dengan harga mencapai angka 100 ribu rupiah perkilonya.

Bahkan kenaikan harga bawang putih di pasar Induk Sembayat juga disampaikan oleh beberapa pedagang mengenai naiknya harga bawang putih dipasaran. Rizki (28) pedagang bawang putih mengatakan harga bawang putih naik secara signifikan, hingga tak terkendali.

“Kalau biasanya bawang putih dijual dengan harga Rp 25ribu hingga Rp 30ribu per kilogramnya, hanya saja saat ini menjadi Rp 100 ribu per kg serta banyak dikeluhkan oleh pembeli lantaran harga bawang putih saat ini hampir mengenai harga daging, sedangkan merangkak naikknya harga bawang putih sudah sejak bulan Maret kemarin,” kata Rizki, Minggu (5/5/2019).

Disampaikan pula, pemicu kenaikan harga bawang putih saat ini karena stok pasokan  yang langka di Kota Bengkulu. Jika biasanya pedangan bisa mengambil hingga 4 karung bawang putih, namun saat ini dijatah 1 karungnya tiap pengambilan ke distributor.

“Banyak dari konsumen kita membeli tidak lebih dari 5 ons, ya harapan saya sebagai penjual bawang putih kepada pemerintah untuk mengatasi naiknya harga bawang yang semakin tak terkendali,” sampai Rizki.

Disamping itu, walaupun terdapat bawang putih bersubsidi dengan perbandingan harga tidak berberda jauh dengan kisaran harga mencapai 70 ribu rupiah perkilonya membuat pedangan tidak mau mengambil lantaran takut merugi dikarenakan kualitas. Selain itu, naiknya harga bawang putih saat ini justru membuat harga cabe di pasaran menjadi turun menjadi 27 ribu rupiah perkilonya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada tindakan dari Disperindagkop Seluma guna mengatasi kesetabilan harga bahan pokok selama bulan ramadhan.

“Ya kalau bisa diadakan operasi pasar tiap kecamatan, agar masyarakat biasa dapat membeli bahan pokok dengan harga terjangkau,” ucap Fatimah (35) pembeli di pasar Induk Tradisional Sembayat. [Wahyu]