Kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu dinilai mandul. Pasalnya, sejauh ini  laporan dugaan korupsi yang disampaikan masyarakat diduga belum ada kejelasan soal pengusutannya.

Diketahui beberapa waktu lalu ada laporan masuk di Kejati Bengkulu yaitu soal kasus dugaan korupsi pengerukan Pelabuhan Pelindo II dan soal Sumber Daya Alam (SDA), namun sampai saat ini kasus tersebut diduga belum ada tanda-tanda pengusutannya bahkan bisa dibilang tenggelam.

Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pusakaki) Bengkulu, Melyansori saat dihubungi, Jumat (17/5/2019) mengatakan, seharusnya setiap ada laporan yang masuk Kejati segera mengambil langkah untuk menindak lanjuti kasus itu.

Menurutnya Tim Intelejen Kejati Bengkulu tidak ada keseriusan dalam menangani kasus tersebut hingga turun ke penyidikan bidang Pidana Khusus (Pidsus).

“Menurut saya penanganannya kurang memuaskan, bukan hanya mandul, tapi lebih dari mandul. Kami berharap dengan Kepala kejati yang baru ini mereka lebih aktif lagi dalam menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Kalau selama ini saya nilai mengecewakan, tidak serius,” jelas Melyansori.

Sementara, Kepala Kejati Bengkulu Amandra SyahvArwan melalui Kasi Penkum Marthin Luther, saat dikonfirmasi terkait ini mengatakan dirinya tidak bisa memberikan keterangan soal kasus dugaan korupsi pengerukan Pelabuhan Pelindo II tersebut.

Ia menyarankan agar langsung menanyakan kasus tersebut kepada tim yang menangani yakni Kordinator Intelejen Kejati Marcos Marudut Mangapul Simaremare.

“Tanyakan langsung saja sama tim yang menangani kasus itu,” kata Kasi Penkum.[Ardiyanto]