Kordinator Korsorsium LSM Nasional Provinsi Bengkulu, Saiful Anwar

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Konsorsium Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Provinsi Bengkulu akan melaporkan kasus dugaan korupsi Pelindo II yang sedang di tangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena pihak Konsorsium Nasional LSM menilai Kejati tidak serius menangani kasus tersebut.

Kordinator Korsorsium LSM Nasional Provinsi Bengkulu, Saiful Anwar, Jumat (24/5/2019) mengatakan kasus dugaan korupsi Pelindo II tersebut yakni proyek tahun 2012 sampai 2014 dengan dana sekitar Rp90 miliar yang berasal dari dana Pelindo. Pihaknya telah memasukkan laporan dua kali ke Kejati Bengkulu karena laporan yang pertama diduga hilang, namun ia menilai Kejati tidak serius dalam menangani kasus tersebut dan Saiful menduga ada permainan dalam kasus ini.

“Kalau memang pihak Kejati tidak mampu dengan kasus ini, saya akan melakukan supervisi, kondisi ini akan saya laporkan ke KPK, karena saya lihat ini penanganannya tidak ada keseriusan dari Kejati, ini berpotensi ada permainan tapi kita berfikirnya tidak sampai ke sana, tapi ini sangat berpotensi. Karena pertama laporan hilang, kemudian kita masukkan laporan yang kedua beserta alat-alat bukti sudah kita masukkan semua,” terang Saiful.

Dikatakan Saipul, pihaknya ingin kasus tersebut segera diselesaikan karena dikhawatirkan akan kehilangan jejak kasus ini, lantaran market yang ada di Pelindo terus dibangun. Dalam kasus ini, pembayarannya sudah selesai 100 persen, namun sampai hari ini bangunan 2014 sama sekali tidak bisa dimanfaatkan.

“Di situ ada pembangunan jeti, kemudian konfayer, ada juga power stater sama dengan genset besar. Konfayer itu kalau diibaratkan pembangunan itu baru setengah tiang. Antara dermaga, konfayernya kemudian untuk gensetnya itu sangat berkaitan. Jadi genset untuk mengaktifkan konfayer, jeti dermaga itu untuk dudukan dari pada konfayernya dan itu semua tidak jalan, jadi potensi kerugian negara karena itu tidak beroperasi mencapai Rp90 miliar,” jelas Saiful. [Ardiyanto]