Foto bersama BEI, OJK dan Sekda Seluma Foto bersama usai Seminar Pasar Modal, Selasa (6/8/2019)

PedomanBengkulu.com, Seluma – Sesuai Peraturan Pemerinta Nomor 82 tahun 2016, bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat berinvestasi pada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ada di Indonesia.

Kepala Kantor BEI Bengkulu Bayu Saputra, mengatakan bahwa saat ini sudah tidak ada batasan bagi ASN untuk melakukan Investasi. Setiap ASN dapat melakukan investasi, dengan nominal paling rendah Rp100 ribu hingga tidak ada batasan yang ditentukan, sehingga seluruh ASN yang tertarik untuk berinvestasi tidak ada batasan untuk melakukan investasi.

“Ini memang sudah merupakan program kita, dan ini merupakan seminar yang keempat, dimana harapan kita setiap ASN dapat mengetahui bahwa sudah tidak ada batasan untuk berinvestasi,” sampai Bayu Saputra, Selasa (06/08).

Sementara itu PLH Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Winter Marbun mengatakan bahwa pihaknya mengajak kepada ASN untuk melakukan investasi bersama BEI, hal ini lantaran banyak sekali investasi bodong yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Intinya acara ini adalah ajakan kita kepada ASN yang ada di Seluma untuk dapat berinvestasi bersama BEI karena memang banyak investasi bodong,” ungkapnya.

Disampaikannya, bahwa pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap para ASN yang akan melakukan investasi, karena memang terdapat beberapa batasan terhadap hal tersebut.

“Yang jelas untuk berinvestasi silahkan ke tempat yang aman, oleh karena itu kita akan lakukan pengawasan terhadap pelaku investasi,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma Irihadi, sangat menyarankan untuk ASN Seluma dapat berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), karena akan dapat menguntungkan bagi ASN Seluma. Dirinya juga menyarankan, jika TPP yang didapatkan oleh ASN Seluma untuk dapat dialihkan sebagai Investasi, namun ini masih menunggu persetujuan dari seluruh ASN

“Saya sarankan kepada ASN Seluma, bahwa dapat untuk melakukan investasi karena dapat menguntungkan. Kalau soal TPP untuk dialihkan, itu masih kita wacanakan, namun masih menunggu persetujuan,” imbuhnya. [YD]