PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara -Mirisnya kondisi masyarakat Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, belasan tahun ‘makan debu’ jalan yang hancur karena dilewati truk pengangkut batu bara akhirnya ditanggapi serius oleh Fitra Martin, Ketua Komisi 1 DPRD Bengkulu Utara.

Menurut Fitra Martin, seharusnya kehadiran perusahaan di suatu daerah mampu meningkatkan taraf hidup dan kemakmuran masyarakat sekitar.

“Sangat disayangkan hal ini bisa terjadi belasan tahun. Miris memang, seharusnya kehadiran perusahaan tambang di suatu daerah mampu meningkatkan taraf hidup dan kemakmuran masyarakat sekitar. Perusahaan harusnya berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah, jangan hanya sekedar mengeruk keuntungan,” kata Fitra Martin, Minggu (25/8/2019).

Fitra Martin menambahkan,baginya kejadian Desa Air Sebayur merupakan kejadian luar biasa, bukti kegagalan Bupati Bengkulu Utara dalam menginterpretasi amanah konstitusi. Ia berharap, Bupati Bengkulu Utara segera mengkaji ulang seluruh dampak perusahan yang ada di Bengkulu Utara.

“Bagi saya, kejadian Air Sebayur merupakan kejadian luar biasa, salah satu bukti kegagalan bupati dalam menginterpretasi pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, penguasaan sumber daya alam oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat sebesar-sebesarnya demikian substansi amanah konstitusi negara kita. Untuk menjalankan amanah konstitusi tersebut, kita berharap Bupati Bengkulu Utara segera kaji ulang dampak seluruh perusahaan yang ada di Bengkulu Utara ini,biar ketahuan yang mana lebih besar kita terima, dampak negatif atau positifkah? Jika lebih tinggilah dampak negatif yang bakal kita terima, lebih baik usir saja,”ujar Politisi PKPI ini.

Terakhir, Fitra Martin berharap kedepannya bupati Bengkulu Utara harus lebih serius mengurusi hak -hak rakyatnya.

“Kedepannya, saya berharap Bupati Bengkulu Utara harus lebih serius mengurusi hak-hak rakyatnya, bisa menjamin mereka hidup dengan layak, di tengah-tengah fluktuatifnya perekonomian. Rakyat pasti akan menaruh harapan besar pada pemimpin yang mampu menangani hal tersebut,” tutupnya.[Evi Kusnandar]