PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Dua terdakwa suami istri oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Kepahiang yakni Suryadi selaku Ketua DPC LSM Badan Peneliti Aset Negara Kabupaten Kepahiang dan Cahaya Sumita selaku Ketua Divisi Advokasi dan Hukum yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang, akan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Kota Bengkulu tanggal 29 Agustus 2019 tepatnya besok.

Kepala Kejari Kabupaten Kepahiang H Lalu Syaifudin melalui Kasi Pidsus Rusydi Sastrawan saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2019) mengungkapkan pihaknya sangat optimis kasus tersebut akan terbukti di persidangan.

Pasalnya, didasari dengan alat bukti uang tunai 30 juta ketika penangkapan yang berasal dari Dana Desa tentunya uang negara, menurut Undang-Undang, spesialisnya adalah tindak pidana korupsi.

“Alat bukti 30 juta benar dari dana desa yang merupakan uang negara, dan jika sudah menyangkut dengan uang negara menurut Undang-Undang itu spesialisnya sudah tindak pidana korupsi. Kita optimis kasus tersebut akan terbukti,” ujar Rusydi.

Rusydi menerangkan, pihaknya menghargai dan menghormati upaya hukum pra peradilan kedua terdakwa dan Kejari berpatokan dengan hukum acara Pasal 82 ayat 1 huruf d.

“Terkait pra peradilan kita berpatokan dengan hukum acara Pasal 82 ayat 1 huruf d. Jika sudah dimulai pemeriksaan di Pengadilan tentunya Pra peradilan tersebut akan gugur dengan sendirinya. Tapi kita tetap hormati proses Pra peradilan ini,” terang Rusydi.

Rusydi menambahkan, terdakwa dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 jucto 55 tentang tindak pidana korupsi pihaknya juga telah menyiapkan 18 saksi termasuk saksi ahli pada sidang perdana besok. [Anto]