Tampak DPUPR Lebong sedang melaksanakan pembersihan sisa Longsor, Minggu (25/8/2019) 

Pedomanbengkulu.com, Lebong – Jalan lingkar milik Kabupaten yang terkoneksi antara Bundaran Lebong Sakti menuju Kecamatan Uram Jaya Kabupaten Lebong. Tepatnya di kawasan Puncak Rosjonsyah yang selama ini tertutup longsor di beberapa titik, akibatnya jalan tersebut dalam kurun tiga bulan ini tidak bisa dilewati kendaraan jenis mobil. Minggu pagi (25/8/19) bekas tanah yang menutup jalan mulai dibersihkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lebong. Tampak satu alat berat sejak pagi sudah mulai bekerja, membersihkan tumpukan tanah yang selama ini kesulitan dibersihkan karena susahnya membawa alat berat ke lokasi longsor.

Plt Kepala DPUPRP Lebong, Jafri S.Sos melalui Kabid Bina Marga, Dodi Irawan ST mengatakan, dari empat titik longsor disepanjang jalur Lebong Sakti – Uram Jaya. Memang ada satu titik terparah, dengan panjang longsoran sekitar 50 meter dengan ketebalan 8 hingga 12 meter. Beruntung pihaknya berhasil mendapatkan bantuan pinjaman alat berat dari rekanan.

“Memang selama ini kita terkendala tidak memiliki alat berat skala besar. Sedangkan satu alat berat kita jenis Beco milik DPUPRP digunakan di pekerjaan jalan lokasi lain,” kata Dodi, Minggu siang (25/8/19).

Peristiwa longsor jalur Lebong Sakti – Uram Jaya tersebut, sambung Dodi, memang merupakan longsor yang masuk kategori bencana alam. Namun, pihaknya tetap memastikan akan untuk membersihkan sejumlah material tersebut tanah dari badan jalan.

“Kalau dulu kita terkendala alat berat, pembersihan kali ini akan segera dituntaskan dan jalan tersebut bisa kembali dibuka seperti dulu,” ucapnya.

Ditambahkan Dodi, selain membersihkan sisa longsor, pihaknya juga akan membersihkan dinding-dinding jalan untuk mencegah kejadian longsor susulan. Jika sekarang masih proses tanggap darurat, saat ini juga sedang dalam kajian usulan pembangunan tembok penahanan tanah. Untuk mengatasi longsoran di ruas jalan itu secara permanen.

“Salah satu kendala kita soal terbatasnya anggaran dan itu perlu dikaji untuk jangka panjang nantinya,” bebernya. [Supriyadi]