PedomanBenngkulu.com, Seluma – Tim Dinas Perumahan dan Pemukiman Seluma, bersama tenaga Kordinator Fasilitator (Korfas) dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TLF) melakukan monitoring program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun 2019.

Kepala Dinas Perkim Seluma Erlan Suadi, mengatakan bahwa Pekerjaan Fisik Program BSPS di Kabupaten Seluma sudah mencapai 90 persen. Sedangkan untuk Program BRS baru dimulai pekerjaan fisiknya. Sumber dana pekerjaan fisik program BSPS dan BRS sedang dikerjakan ini berasal dari dana APBN dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi.

“Dari hasil survei ke lapangan, BSPS sudah mencapai 90 persen. Tinggal BRS yang baru saja dimulai,” kata Erlan, Jumat (30/8/2019).

Sampai Erlan, dalam program BSPS di Kabupaten Seluma, sangatlah membantu warga yang tergolong kurang mampu dan memang membutuhkan tambahan biaya dalam pembuatan rumah layak huni. Seperti yang ditemukan tim monitoring, pada rumah salah satu warga yang diketahui tuna netra yakni bernama Suherman dan Istrinya, dengan keadaan seperti sekarang mereka bisa berswadaya hingga Rp25 juta.

“Pak Suherman ini mempunyai tiga orang anak, dimana anak pertamanya saat ini kuliah di Universitas Bengkulu, anak kedua SMP dan anak ketiga belum bersekolah. Monitoring yang kita lakukan ini sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi setiap tahapan fisik yang sudah dikerjakan ataupun belum dikerjakan,” jelas Erlan.

Harapannya, semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana kerja tindak lanjut, dan monitoring ini akan intens dilakukan hingga progres fisik 100 persen sesuai target.[YD]