PedomanBengkulu.com, Seluma – Seluruh OPD di Kabupaten Seluma diminta untuk mendata seluruh aset secara terus menerus menggunakan sistem Aplikasi Sistem Managemen Daerah (SIMDA) Barang Milik Daerah (BMD) terintergrasi online. Hal ini untuk merapikan aset yang setiap tahunnya menjadi temuan BPK.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Deddy Ramdhani mengatakan jika setiap aset haruslah masuk dalam data kemudian harus dilengkapi dengan dokumen kepemilikan aset.

“Intinya sekarang seluruh aset bergerak dan non bergerak akan di data oleh OPD masing-masing melalui pengurus barang,” ujar Deddy, Jumat (30/8/2019).

Disampaikan bahwa permasalahan aset ini sendiri memang harus menjadi perhatian khusus karena memang terus menjadi temuan BPK. Sehingga, petugas pengurus barang disetiap OPD itu harus benar-benar mendata dan melaporkan terkait kondisi aset. Pengurus barang disetiap OPD, tapi mereka tidak tahu barang yanng diurus barang apa, dengan ini rasa tanggung jawab mereka kurang, dengan itu pihaknya buat integrasi database, apa saja aset yang di dinasnya dan aset yang bermasalah harus dilengkapi sesuai petunjuk yang sudah disiapkan.

“Di setiap OPD itu kan ada pengurus barang yang menerima honorarium yang besarannya sesuai nilai aset yang diurus. Nah mereka ini harus benar-benar aktif mendata dan melapor aset,” imbuh Deddy.

Ditambahkannya, nilai aset bergerak dan tidak bergerak milik Pemkab Seluma saat ini kurang lebih sebesar Rp1 triliun. Namun angka tersebut terus bergerak, karena memang masih bergantung pada nilai barang. Apa lagi untuk aset yang tidak bergerak juga dipastikan mengalami pengurangan nilai harga.

“Jadi kalau perlahan dirapikan, tentu nanti nilai real aset di setiap OPD itu jelas,” jelas Deddy.

Dikatakannya bahwa kategori aset ini sendiri berbagai macam, ada yang dikuasi namun tidak terdata, atau ada yang terdata tapi tidak dikuasi. Sehingga, secara perlahan aset ini akan segera dirapikan.

“Jadi semuanya itu harus terdata dan tidak dikuasi perorangan karena milik pemerintah. Kedepannya itu harus menjadi perhatian serius seluruh OPD. Nanti mereka sudah bisa buat KIB sendiri di OPD masing-masing,” tandasnya.[YD]