Penandatanganan fakta integritas menolak praktek pungli, Rabu (28/8/2019). 

PedomanBengkulu.com, Lebong – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Kabupaten Lebong, kedepannya akan lebih ekstra ketat dalam pengawasan tindakan pungli, baik itu dalam pelayanan masyarakat maupun dilingkungan sekolah. Setidaknya setelah mengikuti sosialisasi, pihak-pihak yang selama ini bekerja dalam wilayah yang rentan praktek pungli, dapat lebih memahami dan tidak melakukannya kegiatan ilegal tersebut. Hal itu ditegaskan Ketua Satgas Saber Pungli sekaligus Wakapolres Lebong Kompol Sofyanto SH.

“Satgas Saber Pungli akan jalankan fungsi dan tugas sesuai dengan Instruksi Presiden yang tertuang dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2016,” tegasnya kepada Pedoman Bengkulu Rabu siang (28/8/19).

Dikatakan Sofyanto, tujuan kegiatan sosialisasi adalah untuk wujudkan sinergisitas dan koordinasi antara Polres Lebong, Kejaksaan Negeri dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong dalam menegakkan Perpres. Sekaligus meningkatkan upaya pencegahan adanya praktek pungli.

“Ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Baik kinerja maupun pelayanan publik, untuk tidak mencoba-coba untuk lakukan pungli,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi yang digelar dua hari sejak Selasa (27/8/19) dan Rabu (28/8/19) di Aula Setda Lebong tersebut, panitia dari Inspektorat Lebong mengundang peserta berasal dari Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, instansi vertikal, Lurah dan Kepala Sekolah SD dan SMP se Kabupaten Lebong. Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan fakta integritas menolak praktek pungli.

“Sosialisasi ini penting agar semuanya paham tentang apa yang termasuk dalam kategori Pungli, dan bagaimana menghindari serta berantas pungli di Lebong,” tambah Sofyanto.[Supriyadi]