PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Penyidikan kasus dugaan penyelewengan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 62,9 hektar yang ada di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu yang dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu tampaknya semakin mengerucut. Pasalnya sejauh ini, 24 orang sudah dimintai keterangan dan keterangan saksi tersebut tim penidik Kejari menemukan fakta-fakta yang sangat mendukung penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Emilwan Ridwan saat diwawancarai di Kantor Kejari Bengkulu, Senin (26/8/2019) mengatakan, sejauh ini dari penyidikan yang dilakukan Kejari tim penyidik sudah memanggil 24 orang untuk dimintai keterangan. Keterangan dari puluhan saksi tersebut tim penidik kejari menemukan fakta-fakta yang sangat mendukung penyidikan dan pada hari ini ada empat orang saksi yang di mintai keterangan oleh penyidik Pidsus yakni mantan Kepala BPN Kota Bengkulu Hayadi, Mantan Camat Muara Bangkahulu Dihwanto, Rifai dan H. Usman selaku Pemilik lahan.

“Banyak keterangan penting yang kita dapatkan dari sisi materi, saya belum bisa sampaikan tetapi sudah sangat membantu tim penyidik untuk mengungkap kasus tersebut. Kita juga akan meminta keterangan kepada Mantan Walikota pada saat pelepasan aset tersebut dan kita akan jadwalkan karena yang bersangkutan tidak berada di Kota Bengkulu,” jelas Emilwan Ridwan.

Penggalian dari penyidik, kata Emilwan Ridwan, pihak pengembangnya baru PT Tiga Putra dan proses penyidikan kasus ini akan terus digali secara bertahap dan tentunya penuh dengan hati-hati karena mengingat proses pelepasan aset tersebut sudah cukup lama yakni tahun 1995 silam.

“Tentunya kita mengumpulkan bukti-bukti ini tidak seperti yang kita bayangkan bisa cepat karena penyidik bekerja keras untuk mendapatkan data dan informasi. Tapi perkembangan kasus ini cukup signifikan,” ungkap Emilwan Ridwan.

Emilwan Ridwan menambahkan, bakal calon tersangka dugaan penjualan lahan Pemkot di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu tersebut dipastikan tersangkanya lebih dari tiga orang atau indikasi berjamaah.

“Kira-kira seperti itu nanti kita sampaikan,” terang Emilwan Ridwan.

Sementara mantan Kepala BPN Kota Bengkulu Hayadi usai diperiksa sebagai saksi enggan berkomentar saat diwawancarai. Padahal dirinya yang diduga menerbikan SKT maupun HGB lahan pemkot di perumahan korpri yang diduga dijual pada ahun 2015 lalu.

“Sudah tanyakan saja kesitulah (Penyidik),” ucap Hayadi sembari meninggalkan Kantor Kejari.[Anto]