Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Rusydi Sastrawan SH MH

PedomanBengkulu.com, Kepahiang — Setelah melalui berbagai tahap penilaian mulai dari tingkat Provinsi, Kejaksaan Agung RI dan diuji oleh eksternal dari MenpanRB di Hotel Grand Sjahid Jakarta, 28 Agustus 2019. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang Provinsi Bengkulu dinyatakan berhasil dan sukses membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi(WBK)dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Rusydi Sastrawan SH MH saat dikonfirmasi, Kamis (5/9/2019) mengatakan ada area perubahan yang dilakukan Kejari Kepahiang untuk mencapai Zona Integritas WBK WBBM diantaranya membentuk tim kerja pembangunan Zona Integritas menuju WBK WBBM melalui rapat, menyusun dokumen rencana kerja Zona Integritas Kejari Kepahiang, monitoring dan evaluasi, perubahan pola pikir dan budaya kerja, penetapan agen perubahan, penetapan pembinaan budaya kerja, dan pola pikir melalui in house training terkait tata cara pelayanan prima yang akan bertamu ke Kejaksaan Negeri Kepahiang.

“Seluruh pegawai Kejari Kepahiang telah dilibatkan dalam kegiatan Zona Integritas dengan menandatangani fakta integritas komitmen bersama,” jelas Rusydi.

Rusydi mengungkapkan, area perubahan penataan tata laksana tersebut yaitu menambah Standar Operasional Prosedur (SOP), memberikan pelayanan kepada publik melalui teknologi informasi e-office, Si Kodekjakpol, Si Akang, Si Wkke, media sosial, instagram, face book, website, youtube, membuat laporan bezzeting formasi dan kontrol jabatan, rekapitulasi jumlah pegawai secara berkala, melakukan mutasi internal untuk pengembangan karir dan perbaikan kinerja, pengembangan pegawai berbasis kompetensi dengan mengadakan les bahasa inggris, penetapan kinerja individu, masing-masing pegawai membuat SKP laporan harian kinerja pegawai. Selain itu, penguatan akuntabilitas kinerja dengan keterlibatan pimpinan dalam peningkatan kinerja dan rapat peningkatan akuntabilitas. Kejari Kepahiang telah memiliki seluruh dokumen perencanaan.

Lebih dalam dijelaskan Rusydi, penguatan pengawasan juga telah dilakukan dengan pengendalian gratifikasi, menghadirkan petugas Bank BRI untuk pembayaran tilang menggunakan mesin EDC, ruang tilang, ruang pemeriksa pidsus ruang koordinasi dan ruang tahap dua pidum diawasi CCTV. Penerapan SPIP Kejari Kepahiang telah membangun lingkungan pengendalian. Di bagian pengaduan masyarakat, membuat formulir pengaduan melalui website Kejari Kepahiang, nomor layanan pengaduan SMS center dan Wistle Blowing Sistem (WBS) melalui rapat. Sosialisasi WBS melalui rapat staf AA dan rapat staf BB. Kemudian peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kejari Kepahiang memiliki standar layanan yang ditetapkan organisasi dan juga inovasi terkait pelayanan yang sesuai karakteristik seperti fasilitas disabilitas, ruang ibu menyusui, pelayanan tilang dengan menggunakan mesin ADC dari Bank BRI, ruang tunggu dan ruang informasi publik, area parkir yang luas, tersedianya ruang tunggu untuk perokok dan bebas dari asap rokok, ruang klinik, perpustakaan, program Jaga (Jaksa Melayani Warga), taman Zona Integritas. Untuk penilaian kepuasan terhadap pelayanan dilakukan testimoni kepada masyarakat, pengguna pelayan publik.

“Kejaksaan Negeri Kepahiang siap melayani penuh integritas yes yes yes,” tegas Rusydi. [Anto]